Hari Krida Pertanian ke-54: Pemkab Nganjuk Revitalisasi 138 Penyuluh Lapangan Lewat Bimtek Teknologi
Sudarma Adi June 28, 2026 12:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk bergerak cepat menguatkan sektor agraria di wilayahnya.

Memanfaatkan momentum peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54, Pemkab Nganjuk secara resmi merevitalisasi peran dan fungsi para penyuluh lapangan melalui gelaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas pada Sabtu (27/6/2026).

Agenda penyegaran kompetensi tersebut diikuti oleh sedikitnya 138 penyuluh pertanian perwakilan dari seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Nganjuk.

Guna menegaskan urgensi acara, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi hadir langsung bersama jajaran Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) serta Kepala Katimker Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut menyampaikan bahwa para penyuluh pertanian merupakan ujung tombak yang berdiri di garis depan pertahanan pangan daerah.

Baca juga: Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Nganjuk, Korban Diiming-imingi Skincare, Modus Pelaku Terbongkar

Mereka adalah jembatan krusial yang menerjemahkan kebijakan makro pemerintah menjadi aksi nyata di tingkat tapak kebun dan sawah.

"Penyuluh ini adalah garda terdepan kita bersama. Inovasi teknologi modern sedahsyat apa pun tidak akan pernah bisa diadopsi dengan baik oleh masyarakat tani tanpa adanya skema pendampingan yang intensif dan sabar dari para penyuluh. Sukses atau tidaknya kedaulatan pangan berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk mutlak ada di tangan bapak-ibu penyuluh," ujar Kang Marhaen, Sabtu (27/6/2026).

Kang Marhaen menambahkan, Pemkab Nganjuk berkomitmen penuh untuk terus memperbarui dan menyokong pemenuhan fasilitas penunjang kerja para petugas lapangan. Langkah ini diambil agar target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara linier di daerah.

"Kapasitas keilmuan dan pemahaman adaptasi teknologi digital industri pertanian harus terus kita naikkan kadarnya. Kita ingin petani-petani di Nganjuk naik kelas; dari yang mulanya hanya sekadar tahu cara menanam konvensional, bertransformasi menjadi sosiopreneur yang mandiri secara manajerial bisnis," tegas orang nomor satu di Nganjuk tersebut.

Sokong Fasilitas Operasional Melalui Bantuan PUTS dan Benih Unggul

Tidak sekadar memperkuat teori dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di atas kertas, dalam rangkaian upacara peringatan HKP ke-54 tersebut, Pemkab Nganjuk turut merealisasikan penyaluran paket bantuan stimulan guna menyokong kerja operasional riil di lapangan.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati didampingi perwakilan Kementan RI. Paket bantuan yang diturunkan mencakup penyediaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) serta instrumen soil tester.

Alat ini nantinya didistribusikan ke tiap-tiap Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) guna mempermudah para petani dan penyuluh dalam melakukan kalkulasi analisis tingkat kesuburan tanah secara cepat dan akurat di level kecamatan.

Selain alat laboratorium portabel, Pemkab Nganjuk membagikan paket bantuan benih padi serta komoditas jagung hibrida berkualitas premium untuk sejumlah kelompok tani (poktan).

Intervensi di sektor hulu ini diharapkan mampu menekan potensi gagal tanam sekaligus mendongkrak grafik volume produktivitas hasil panen raya di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk sepanjang paruh kedua tahun 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.