TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA – Sebanyak 6.000 pelari dari dalam dan luar negeri ambil bagian dalam Surabaya Green Force Run GFR 2026, Minggu 28/6/2026. Event lari bertaraf nasional-internasional ini start di Tugu Pahlawan dan menjadi bagian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya HJKS ke-733 serta ulang tahun ke-99 Persebaya.
Digelar DBL Indonesia bersama Pemerintah Kota Surabaya, GFR 2026 memasuki edisi kelima dengan kampanye “Lebih dari Lari”. Tema itu menegaskan event bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang perayaan kota, komunitas, dan gaya hidup sehat.
“Surabaya Green Force Run diposisikan lebih dari sekadar event lari. Kami ingin setiap peserta pulang dengan pengalaman tentang Surabaya, mulai dari budayanya, keramahan warganya, sampai energi kotanya,” kata Presiden Persebaya sekaligus Founder & CEO DBL Indonesia Azrul Ananda.
Peserta Domestik dan Internasional
Antusiasme peserta naik signifikan. Panitia mencatat pelari domestik berasal dari 119 kota di 24 provinsi, dengan lebih dari 50 persen peserta dari luar Surabaya.
Baca juga: Saga Transfer Mariano Peralta, Sempat Disebut Bakal Gabung Persija, Winger Argentina Pindah Haluan
Untuk peserta mancanegara, GFR 2026 diikuti pelari dari 10 negara: Indonesia, Prancis, Italia, Jepang, Kenya, Korea Selatan, Belanda, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat. Azrul menyebut kehadiran pelari internasional menjadi indikator GFR berkembang menjadi agenda sport tourism yang menggerakkan hotel, kuliner, transportasi, hingga wisata kota.
“Ketika peserta datang dari ratusan kota dan berbagai negara, dampaknya bukan hanya bagi event ini, tetapi juga bagi ekonomi kota,” ujarnya.
5 Kategori Lomba dan Rute Bersejarah
Panitia membuka lima kategori: Kids Dash, Family Run, 5K, 10K, dan Half Marathon 21K. Kategori Half Marathon kembali diverifikasi PB PASI sehingga jarak dan pencatatan waktu sesuai regulasi resmi.
Rute 2026 menyusuri ikon Kota Pahlawan. Dimulai dari Tugu Pahlawan, peserta melintasi jalan utama dan kawasan bersejarah, modern, ruang terbuka hijau, hingga pusat aktivitas warga. Di area finis disiapkan aktivasi komunitas, hiburan, dan festival untuk peserta, keluarga, serta masyarakat umum.
Cerita Pelari Internasional dan Lokal
Dua pelari Eropa, Steven Dumont dari Prancis dan Mattia Nizardo dari Italia yang kini tinggal di Labuan Bajo, sengaja terbang ke Surabaya. Steven menyebut punya ikatan emosional karena pernah tinggal di Surabaya satu dekade lalu. Mattia menjadikan GFR sebagai lomba pertama pascaoperasi September 2025.
Dari Kenya, Dennis Isika dan Jackline Nzivo kembali memburu catatan waktu terbaik. Dennis juara Half Marathon putra 2025 dengan 1 jam 14 menit 35 detik. Jackline juara putri 2025 dengan 1 jam 26 menit 58 detik.
GFR juga menjadi ajang “Lebih dari Lari” bagi peserta lokal. Kemal Ernanto dari Makassar datang bersama putranya demi fansign pemain Persebaya. Duet sahabat Aris Fatkhur Rohman dan Indra Rubi Arko reuni bersama tujuh teman kuliah di kategori 10K. Sementara Lina Dewi Wijayanti dan Endah Sutjiningtyas, alumni SMAN 5 Surabaya usia kepala enam, ikut 5K bersama hampir 100 alumni Ikasmanca Runner.
(TribunJatimTimur.com)