Korea Utara kembali memperketat aturan masuk bagi wisatawan mancanegara. Terbaru, negara tersebut melarang warga Amerika Serikat yang memiliki kewarganegaraan ganda untuk masuk, meski menggunakan paspor negara lain.
Sebelumnya, warga AS memang sudah dilarang berwisata ke Korea Utara. Namun, sebagian masih bisa datang dengan memanfaatkan paspor non-AS yang mereka miliki. Celah ini kini resmi ditutup.
Kebijakan baru tersebut dikonfirmasi agen perjalanan Young Pioneer Tours (YPT) melalui pernyataan pada 17 Juni 2026.
"Pada 17 Juni 2026, Young Pioneer Tours mengonfirmasi melalui mitra kami bahwa warga negara Amerika yang memiliki kewarganegaraan ganda kini dilarang memasuki Korea Utara, terlepas dari paspor mana yang akan mereka gunakan untuk bepergian," tulis YPT, seperti dilansir dari , Minggu (28/6/2026).
YPT menyebut aturan ini berlaku untuk semua jenis kunjungan, termasuk wisata, bisnis, hingga kegiatan olahraga. Pemerintah Korea Utara juga akan melakukan pengecekan kewarganegaraan saat proses pengajuan visa.
"Aturan ini berlaku segera dengan pemohon akan diperiksa apakah memiliki kaitan dengan kewarganegaraan Amerika selama proses persetujuan visa. Individu yang diketahui memiliki kewarganegaraan Amerika bersama paspor lain tidak lagi diizinkan masuk," lanjut YPT.
Langkah itu memperketat akses wisata ke Korea Utara yang memang sudah terbatas sejak beberapa tahun terakhir. Negara tersebut menutup perbatasan untuk turis asing sejak pandemi Covid-19 pada 2020.
Pada Februari 2025, Korea Utara sempat membuka kembali akses terbatas ke Kawasan Ekonomi Khusus Rason di perbatasan China dan Rusia, namun hanya bertahan sekitar dua pekan sebelum kembali ditutup tanpa penjelasan.
Kendati begitu, Korea Utara beberapa kali menunjukkan sinyal ingin menghidupkan kembali sektor pariwisata. Pada Juni 2025, pemerintah meresmikan resor pantai Wonsan-Kalma di pesisir timur yang diklaim mampu menampung hingga 20.000 pengunjung.
Menurut laporan kantor berita resmi (KCNA), Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, menyebut resor tersebut sebagai salah satu keberhasilan terbesar tahun ini sekaligus langkah pertama yang membanggakan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Namun, kebijakan terbaru ini kembali menunjukkan bahwa akses wisata ke Korea Utara masih sangat ketat dan berubah-ubah.





