RSHS Bandung Akan Rekonstruksi Wajah Korban Taufik Hidayat, Akui Sulit Kembalikan Seperti Semula
Candra Isriadhi June 28, 2026 01:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memutuskan untuk membatasi kunjungan terhadap YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan berat yang diduga dilakukan Taufik Hidayat.

Kebijakan tersebut diterapkan karena korban saat ini tengah menjalani tahapan penting dalam proses pemulihan, yakni persiapan operasi rekonstruksi wajah akibat kerusakan serius yang dialaminya.

Direktur Utama RSHS Bandung, dr Rachim Dinata Marsidi, menjelaskan bahwa fokus utama tim medis saat ini adalah menangani infeksi pada area luka sebelum operasi rekonstruksi dapat dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik.

WAJAH DITAHAN - Taufik Hidayat (baju oranye), pelaku penyekapan dan penganiayaan, saat dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Polda Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).
WAJAH DITAHAN - Taufik Hidayat (baju oranye), pelaku penyekapan dan penganiayaan, saat dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Polda Jawa Barat, Jumat (26/6/2026). ((Ist)/Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama)

Menurutnya, kondisi korban harus benar-benar steril agar proses penyembuhan berjalan optimal dan tindakan rekonstruksi dapat dilakukan sesuai rencana.

"Sampai saat ini dan mungkin beberapa hari ke depan, akan memperketat tidak boleh dijenguk."

"Karena yang datang nanti akan membawa kuman," ujar Rachim, Sabtu (27/6/2026).

Baca juga: Misteri Tato Ikan Milik Pelaku Penyekapan di Bandung, Keterangan Korban Masih Diverifikasi Psikiatri

Rachim menegaskan, pembatasan kunjungan dilakukan demi melindungi kondisi kesehatan korban.

Kehadiran banyak pengunjung dikhawatirkan meningkatkan risiko infeksi yang dapat memperlambat proses penyembuhan.

"Karena kalau ada infeksi, pasti tidak akan bisa sembuh," katanya.

Saat ini, tim dokter terus memantau perkembangan kondisi YTR sembari mempersiapkan tahapan rekonstruksi wajah yang diperkirakan membutuhkan penanganan medis secara bertahap dan dalam jangka waktu panjang.

FOTO YTR - Foto YTR (29), wanita asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tim dokter RSHS Bandung sebut wajah YTR rusak serius mulai dari mulut, hidung, hingga pipi akibat disiksa Taufik Hidayat. Operasi rekonstruksi butuh 3 bulan.
FOTO YTR - Foto YTR (29), wanita asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tim dokter RSHS Bandung sebut wajah YTR rusak serius mulai dari mulut, hidung, hingga pipi akibat disiksa Taufik Hidayat. Operasi rekonstruksi butuh 3 bulan. (Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama)

Rachim menjelaskan, rekonstruksi wajah YTR akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan berlangsung lebih dari tiga bulan.

Penanganan tersebut, difokuskan untuk memperbaiki sejumlah bagian wajah yang mengalami kerusakan serius.

"Itu kurang lebih lebih dari 3 bulan, kami akan bertahap melakukan rekonstruksi di wajah ini. Karena dari mulai mulut, hidung, pipi ya," ucapnya.

Baca juga: Luka Fisik & Trauma, Caddy Golf Korban Penganiayaan di Tangerang Tempuh Jalur Hukum: Tak Mau Damai

Meski demikian, Rachim mengakui hasil rekonstruksi nantinya tidak mudah mengembalikan kondisi wajah korban seperti semula.

Namun, tim dokter akan berupaya memberikan penanganan terbaik.

"Yang paling berat adalah di bagian wajah, dan ini direncanakan bertahap, namanya rekonstruksi ya."

"Jadi bukan kecantikan, ini adalah mengembalikan, rekonstruksi itu supaya bisa lagi mendekatilah. Kalau sempurna, sangat-sangat sulit," katanya.

KASUS PENGANIAYAAN - Seorang perempuan dari Rancaekek, YTR diduga jadi korban penyekapan dan disiksa hingga buta. Adik korban, Syahrul Ulum (26) saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
KASUS PENGANIAYAAN - Seorang perempuan dari Rancaekek, YTR diduga jadi korban penyekapan dan disiksa hingga buta. Adik korban, Syahrul Ulum (26) saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama)

Untuk menangani YTR, RSHS telah membentuk tim khusus yang terdiri dari 40 tenaga medis lintas disiplin.

Tim tersebut melibatkan dokter penyakit dalam, bedah mulut, bedah plastik, psikiater hingga ahli gizi.

"Hasan Sadikin sudah membentuk 40 orang tim untuk menangani ibu (YTR) ini," ucapnya.

Sebelum memasuki tahap rekonstruksi, tim dokter akan memastikan seluruh infeksi yang dialami korban dapat ditangani terlebih dahulu agar proses pemulihan berjalan maksimal.

(Tribunnewsmaker.com/TribunJabar.id/Nazmi Abdurrahman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.