Datangi Rumah Terduga Pelaku Penipuan, Tantri Kotak Dapati Fakta Pahit: Ternyata
Achmad Maudhody June 28, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Datangi rumah terduga pelaku penipuan, Tantri Kotak dapati fakta pahit.

Jadi korban dugaan penipuan, penyanyi Tantri Kotak harus menelan kekecewaan.

Sebelum mengungkap persoalan tersebut ke media sosial, Tantri mengaku sudah mengupayakan berbagai hal agar uangnya bisa kembali.

Bukan cuma menghubungi lewat kontak dan media sosial, Tantri bahkan sudah mendatangi kediaman terduga pelaku.

Namun fakta pahit didapat Tantri saat tiba di kediaman terduga pelaku bernisial PN tersebut.

Bukannya bertemu PN, Tantri mendapati bahwa rumah tersebut ternyata milik orang tua PN.

“Didatangi ke rumah dia, ternyata itu adalah rumah orang tuanya,” ujar Tantri di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, dikutip dari Grid.id, Sabtu (27/6/2026).

Di rumah orangtua terduga pelaku juga ramai orang-orang yang senasib dengan Tantri meminta pertanggungjawaban. 

Mereka mengklaim sebagai korban dari dugaan penipuan, seperti yang dialami Tantri.

“Banyak banget korban-korban yang nggak aku kenal mereka meminta haknya,” ujarnya.

Orangtua dari terduga pelaku pun angkat tangan mengenai masalah yang dibuat anaknya. Mereka pasrah terkait langkah apa yang akan diambil para korban terhadap anaknya.

“Orangtuanya sampai angkat tangan, 'Terserah deh,' gitu. 'Terserah deh, kita nggak ikut campur terserah mau diapain’,” kata vokalis grup musik Kotak itu.

Ucapan orangtua si terduga pelaku itupun akhirnya menyadarkan Tantri Kotak. Akhirnya, istri Arda eks ‘Naff' itu menggunakan kekuatan media sosialnya untuk mencari si terduga pelaku, yaitu perempuan berinisial PN.

“Nah dengan kalimat 'terserah mau diapain' itu yang menguatkan aku untuk oke, kayaknya gue harus mau tidak mau mencari dan juga gimana caranya kuasa gue adalah lewat sosial media gitu,” terangnya.

Baca juga: Temukan Sosok Pengganti Sule, Hari Bahagia Nathalie Holscher dan Aripat Makin Dekat: Menghitung Hari

“Aku akhirnya memposting di situ untuk mencari, untuk masih mencari itikad baik dari dia gitu. Ini kan sampai detik ini, di delapan kali dua puluh empat jam tidak ada, tidak muncul sama sekali,” tutup Tantri.

Terbuai Bujuk Rayu

Tantri Kotak membeberkan kronologi dugaan penipuan yang dialaminya. 

Tantri mengaku, sebenarnya mengenal baik sang terduga pelaku dugaan penipuan. Bahkan, pertemanan Tantri dan perempuan itu sudah terjalin sekitar 5 tahun.

“Kita tuh temenan dari komunitas ibu-ibu sekolah. Ibu-ibu sekolah yang memang aku kenal sama dia dari zaman anakku yang pertama TK, sudah hampir lima tahun ya,” ujar Tantri Kotak di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, dikutip dari Grid.id, Sabtu (27/6/2026).

Hubungan Tantri dan terduga pelaku pun terbilang baik. Bahkan, istri Arda eks ‘Naff’ itu sempat pergi liburan bareng dengan sang terduga pelaku.

“Selayaknya seorang teman, kita sempat liburan bareng-bareng gitu keluarga. Terus abis itu liburan perempuan-perempuan doang,” ujarnya.

Di tahun 2025, Tantri Kotak mengetahui bahwa sang terduga pelaku bekerja dengan posisi yang bisa dibilang tinggi sebagai seorang sales. Terduga pelaku lalu meminta bantuan kepada Tantri dan teman-teman untuk membeli produk investasinya.

“Dia menawarkan sebuah produk. 'Eh lu mau beli nggak produk gue,' gitu. 'Gue butuh bantuan.' Awalnya, 'Gue butuh bantuan invest deh gitu, biar gue tuh stabil di posisi pekerjaannya',” terang Tantri ‘Kotak'.

Memiliki kepercayaan pada terduga pelaku, Tantri ‘Kotak' pun bersedia membantu. Terlebih background wanita tersebut adalah seorang ibu tunggal.

“Karena memang kita basic-nya temen dan nggak ngelihat yang gimana-gimana dan kita tahu banget gitu dia punya anak, dia single mother, background-nya itu,” terangnya.

Selama satu tahun, ibu dua anak inipun membeli investasi yang dijajakan oleh sang terduga pelaku. Semua dirasakan Tantri aman-aman saja.

“Semua temen-temenku yang di komunitas ini juga semuanya baik-baik aja. Pokoknya sangat lama ya, prosesnya, bertahap sampai kita tuh akhirnya 'Oh ya bener, bener kok ini,' gitu. 'Investasi ini tuh bener,' gitu,” lanjutnya.

“Dia jago banget menata psikologis semua temen-temennya gitu, dan jago banget mengecap, meyakinkan semua teman-temannya kalau dia tuh adalah orang-orangnya yang butuh dibantu dan dia pengen ngebantu gitu tanda kutip,” lanjutnya.

Pada 18 Juni 2026 di mana Tantri merasa ingin berhenti untuk berinvestasi dan mengalihkan dana untuk pendidikan sang anak. Akan tetapi, si terduga pelaku berhasil kembali meyakinkan ibu 2 anak itu untuk terus berinvestasi.

“Aku sempat hampir mau stop kan, karena udahlah nanti aja gitu, aku butuh spend budget untuk anak-anakku masuk sekolah, uang masuk sekolah dan lain-lain gitu. Tapi dia... kembali lagi, dia berhasil banget gitu meyakinkan dia butuh untuk anak-anaknya juga buat sekolah gitu,” terangnya.

“Jadi ya udahlah masukin lah, tanggal 18. Masukin lagi tanggal 19. Habis transfer, sorenya ilang. Aku masih kayak husnuzan aja, masih yang mikir 'enggak, enggak, enggak',” lanjutnya.

Akan tetapi, prasangka baik Tantri ‘Kotak' tak berbuah manis. Terduga pelaku itu hilang dalam waktu 1x24 jam.

“Tapi kok 1 kali 24 jam nggak ada kabar sama sekali, 2 kali 24 jam nggak ada kabar sama sekali. Pas didatangin Instagram semua dihapus, eh social media dan lain-lain,” tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.