TRIBUNGORONTALO.COM – Warno Suleman (69), salah satu korban kebakaran di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mengungkapkan detik-detik kebakaran rumah dan satu bangunan bengkel pada Minggu (28/6/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 Wita ini bermula dari insiden pecahnya botol bensin yang langsung menyambar pemantik api tambal ban.
Saat ditemui TribunGorontalo.com di rumah tetangganya yang berada tidak jauh dari lokasi, Warno menceritakan dengan suara berat mengenai awal mula petaka tersebut.
Ketika insiden terjadi, ia sedang beraktivitas di bengkel semipermanen miliknya, sementara sang anak dan menantunya tengah mempersiapkan bahan bakar untuk dijual.
"Waktu itu saya sedang menambal ban di bengkel. Anak saya bersama suaminya mengisi bensin ke dalam botol. Tiba-tiba botolnya pecah, bensin langsung tumpah dan api cepat sekali membesar. Kami tidak menyangka api langsung menjalar secepat itu," ujar Warno kepada TribunGorontalo.com, Minggu.
Kobaran api hanya membutuhkan waktu singkat untuk melalap seluruh bangunan bengkel sebelum akhirnya merembet ke bangunan rumah utama di sekitarnya. Warno yang panik sempat berupaya menyelamatkan putrinya, Rahmawati Suleman (34), yang posisinya paling dekat dengan titik tumpahan bensin.
"Saya sempat berusaha menolong anak saya, tapi api sudah lebih dulu membesar. Anak saya yang paling dekat dengan api sehingga tubuhnya terbakar cukup parah. Saya juga terkena api di bagian tangan dan kaki saat berusaha membantu," katanya.
Akibat kejadian itu, Rahmawati mengalami luka bakar serius hampir di sekujur tubuh, terutama di bagian sisi badan dan punggung belakang. Warga setempat langsung mengevakuasinya ke Rumah Sakit Islam Gorontalo di Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo. Warno yang sempat bertahan sejenak untuk melihat kondisi rumahnya, akhirnya menyusul sang putri ke rumah sakit menggunakan becak motor (bentor) guna mengobati luka bakar di tangan dan kakinya.
Sementara itu, istri Warno yang saat kejadian sedang memasak di dapur langsung bergegas keluar setelah mendengar teriakan minta tolong.
"Sudah kami berusaha padamkan, tapi api terus membesar. Barang-barang di rumah dan bengkel sudah tidak sempat diselamatkan karena api terlalu cepat menjalar," tutur Warno.
Menerima laporan dari masyarakat, sebanyak 30 personel pemadam kebakaran gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas yang terdiri dari Damkar Kabupaten Gorontalo, Damkar Provinsi Gorontalo, dan Damkar Kabupaten Bone Bolango bergegas melakukan penanganan di tengah tiupan angin yang cukup kencang.
Komandan Regu (Danru) Damkar Kabupaten Gorontalo, Ibrahim Daulima, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 10.00 Wita dan langsung bergerak melakukan persiapan ke lokasi.
"Begitu menerima informasi, kami langsung melakukan persiapan dan bergerak ke lokasi. Saat tiba, api sudah masuk ke rumah kedua sehingga fokus kami melakukan pemadaman dan melokalisir api agar tidak terus menyebar," kata Ibrahim saat ditemui TribunGorontalo.com di lokasi kejadian.
Ibrahim membenarkan bahwa berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga kuat dipicu oleh aktivitas menambal ban yang bersamaan dengan pengisian BBM depot bensin ke dalam botol. Angin kencang di lapangan membuat petugas terpaksa memprioritaskan pencegahan agar dampak kebakaran tidak semakin meluas ke permukiman lain.
"Kebetulan angin cukup kencang sehingga penyebaran api sangat cepat. Kami sudah tidak bisa melakukan penanganan di rumah pertama, sehingga langsung melokalisir kebakaran di rumah kedua agar tidak semakin meluas," katanya.
"Damkar Kabupaten Gorontalo tiba lebih awal, kemudian disusul Damkar Provinsi Gorontalo dan Damkar Bone Bolango.
Total ada tiga armada dengan sekitar 30 personel yang melakukan pemadaman," ujarnya menambahkan. Setelah api padam, petugas tetap melakukan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan.
Ibrahim turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan api maupun bahan bakar di dekat area sensitif.
"Kami mengimbau masyarakat berhati-hati saat membakar sampah maupun melakukan aktivitas di bengkel yang berdekatan dengan bahan bakar. Jangan meninggalkan api tanpa pengawasan karena dapat memicu kebakaran," ujarnya. Ia juga mengingatkan warga untuk segera memutus aliran listrik apabila terjadi kebakaran di permukiman mereka.
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan menunjukkan kondisi cuaca cerah dan sisa-sisa kebakaran berupa peralatan bengkel, pakaian, serta seng-seng tampak berserakan.
Satu bangunan bengkel dilaporkan rata dengan tanah, sementara satu rumah di belakangnya hangus pada bagian atap dan peralatan di dalamnya. Satu rumah warga lainnya milik pasangan Kadir Hasan (53) dan Wisna Maliki (53) juga ikut terdampak pada bagian sisi selatan.
Saat ini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara warga masih memadati area sekitar lokasi kejadian. (*/Jefri)