Penyebab Kebakaran 2 Ruang Kelas SD Inpres Paraili Mateng Belum Diketahui Kerugian Rp55 Juta
Ilham Mulyawan June 28, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH — "Kelas darurat dua kelas, tapi satu kelas sempat saya rehab ringan menggunakan dana sekolah," ungkap Kepala SD Inpres Paraili, Syahbuddin terkait terbakarnya dua ruang kelas SD Inpres Paraili, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada Minggu (28/6/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai Rp55 juta.

Baca juga: Telan 5 Korban Dosen Unsulbar Wahyu Maulid Pertanyakaan Urgensi Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Baca juga: Kader IMM Kecam Pernyataan Provokatif Diduga Diucapkan Warek I Universitas Muhammadiyah Mamuju

Pantauan Tribun Sulbar, sisa puing-puing material bangunan nampak gosong.

Bangunan nampak rata dengan tanah.

Tersisa, dinding bangunan terbuat dari batako yang masih nampak berdiri.

Aroma khas kebakaran masih tercium jelas di lokasi.

Syahbuddin menjelaskan, hingga saat ini penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. 

Saat pihak sekolah tiba di lokasi, api telah membumbung tinggi.

Melahap dua bangunan ruang kelas terbuat dari kayu.

KEBAKARAN SD - Bangunan SD Inpres Paraili, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah ludes terbakar menyisakan puing-puing material, Minggu (28/6/2026). (Sandi/Tribunsulbar)
KEBAKARAN SD - Bangunan SD Inpres Paraili, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah ludes terbakar menyisakan puing-puing material, Minggu (28/6/2026). (Sandi/Tribunsulbar) (Tribun-Sulbar.com/Sandi Anugrah)

Beruntung, dalam insiden kebakaran ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. 

Syahbuddin menyampaikan, bangunan terbakar bukanlah bangunan utama sekolah, melainkan kelas darurat yang masih sering digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Lebih lanjut ia mengatakan, satu ruangan terbakar merupakan bangunan peninggalan transmigrasi tahun 1992. 

Di dalam ruangan tersebut terdapat berbagai fasilitas belajar, antara lain meja dan bangku siswa sebanyak 38 pasang. 

Selain itu, aset sekolah berupa papan dan balok-balok sekitar 1,2 kubik digunakan sebagai bahan atau alat perkemahan juga ikut hangus terbakar.

Total Siswa 190 Orang

Total siswa UPTD SD Inpres Paraili tercatat sebanyak 190 orang.

Meski demikian proses belajar mengajar dipastikan tetap berjalan dikarenakan bangunan utama sekolah tidak mengalami kebakaran.(*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.