Jumlah Penduduk RI Nambah Jadi 290 Juta Meski Tren Kelahiran Turun Terus
GH News June 28, 2026 03:08 PM
Jakarta -

Jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Berdasarkan pembaruan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) per 22 Juni 2026, total penduduk Indonesia kini mencapai 290.028.295 jiwa.

Angka tersebut meningkat sekitar 1,7 juta jiwa dibandingkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang mencatat jumlah penduduk sebanyak 288.315.089 jiwa.

Dari total tersebut, sebanyak 146.355.092 jiwa merupakan laki-laki, sedangkan 143.673.203 jiwa adalah perempuan.

Meski jumlah penduduk terus bertambah, data Dukcapil juga menunjukkan tren penurunan angka kelahiran dalam beberapa tahun terakhir.

Sepanjang 2025 tercatat 2.931.299 peristiwa kelahiran, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 3.326.303 kelahiran. Sementara hingga 22 Juni 2026, jumlah kelahiran yang tercatat baru mencapai 926.655 peristiwa.

Di sisi lain, jumlah kematian juga mengalami penurunan. Pada 2025 terdapat 1.201.187 peristiwa kematian, sedangkan hingga pertengahan 2026 tercatat 434.071 kematian.

Gen Z Jadi Generasi Terbanyak

Berdasarkan pembagian generasi menurut tahun kelahiran, Generasi Z masih menjadi kelompok penduduk terbesar di Indonesia.

Jumlah gen Z mencapai 75.394.584 jiwa, disusul oleh generasi milenial atau generasi Y sebanyak 68.452.192 jiwa.

Sementara itu, generasi beta yang merupakan generasi termuda saat ini telah berjumlah 5.492.885 jiwa dan diperkirakan masih akan terus bertambah.

Berikut rincian jumlah penduduk Indonesia berdasarkan generasi:

  • Old Generation: 34.753 jiwa
  • Silent Generation: 3.177.924 jiwa
  • Baby Boomers: 26.564.049 jiwa
  • Generasi X: 55.448.692 jiwa
  • Milenial (Generasi Y): 68.452.192 jiwa
  • Generasi Z: 75.394.584 jiwa
  • Generasi Alfa: 55.463.216 jiwa
  • Generasi Beta: 5.492.885 jiwa

Pendataan Kependudukan Terus Bertambah

Selain jumlah penduduk, Dukcapil juga mencatat peningkatan pada sejumlah indikator administrasi kependudukan.

Jumlah Kartu Keluarga (KK) kini mencapai 96.008.342, naik dari 95.155.836 pada DKB Semester II 2025.

Sementara jumlah masyarakat yang telah melakukan rekam biometrik meningkat menjadi 207.509.787 orang, dibandingkan 206.467.957 orang pada akhir 2025.

Adapun pengguna Identitas Kependudukan Digital (IKD) juga terus bertambah, dari 17.567.540 menjadi 19.977.458 pengguna.

Untuk perekaman KTP elektronik, hingga 22 Juni 2026 tercatat sebanyak 211.793.847 penduduk telah masuk kategori wajib rekam, relatif stabil dibandingkan DKB Semester II 2025 yang mencatat 211.826.747 wajib rekam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.