Kisah Sedih Hari Minggu di Manado Sulut, Dua Kebakaran Hanguskan Lima Rumah, Seorang Pemuda Tewas
Indry Panigoro June 28, 2026 04:22 PM

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua kejadian kebakaran terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada Minggu (28/6/2026) pagi. 

Kejadian pertama terjadi di Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting pada pukul 04.00 Wita. 

Lokasi ini berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Manado (Kawasan Zero Point) dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit melalui jalur darat.

Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, jaraknya sekitar 12 kilometer atau sekitar 20-30 menit berkendara, sedangkan dari Pelabuhan Manado berjarak sekitar 3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit melalui jalur darat, tergantung kondisi lalu lintas.

Di Maasing, tiga rumah yang terbakar yakni milik keluarga Jusuf Otta, Mengko Mongula dan Cie Mey. 

Seorang warga bernama Abdul Patamani (21) meninggal dunia. Fatma (69) warga lainnya alami luka luka. 

Kebakaran kedua terjadi Kelurahan Wenang Utara, Lingkungan 5, Kecamatan Wenang. 

Titik kejadian berjarak sekitar 1 kilometer dari kawasan Zero Point Manado atau sekitar 3-5 menit berkendara.

Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, lokasinya berjarak sekitar 14 kilometer dengan waktu tempuh 25-35 menit melalui jalur darat.

Sementara dari Pelabuhan Manado, jaraknya sekitar 2 kilometer atau sekitar 5-10 menit perjalanan menggunakan kendaraan.

Dua rumah yang dilalap si jago merah di Wenang yakni milik keluarga Tulangouw Pangau dan Pontoh Anastasia. 

Kebakaran terjadi pukul 06.00 Wita. 

Kadis Damkar Manado Charles Rotinsulu menuturkan, pihaknya menerjunkan sejumlah armada untuk memadamkan api di dua lokasi tersebut. 

"Terdapat lima rumah terbakar dan satu korban jiwa," katanya. 

KEBAKARAN - Tiga unit rumah di Lingkungan 4, Kelurahan Maasing, Manado terbakar pada Minggu (28/6/2026).
KEBAKARAN - Tiga unit rumah di Lingkungan 4, Kelurahan Maasing, Manado terbakar pada Minggu (28/6/2026). (Tribun Manado/Tribun Manado/Rizali Posuma)

Seorang Lansia Berhasil Selamat dengan Cara Nyebur di Bak Air

Dalam kebakaran di Maasing itu menyisakan kisah penyelamatan dramatis seorang lansia bernama Fatma. 

Cerita Ahmad, Ketua Lingkungan 4, Fatma yang berumur 69 tahun, selamat setelah nyebur di bak air. 

"Dia selamat setelah nyebur di sana," kata dia. 

Ungkap dia, tubuh Fatma terbilang kecil dan renta. 

Sementara bak itu cukup besar. 

Secara teori, ia bisa saja kelelep. 

"Namun Fatma selamat dengan bertahan di air dan menyiram nyiram air pada tubuhnya," katanya. 

Dikatakannya, Fatma mengalami sedikit luka bakar. 

Ia kini dirawat di RS Pancaran Kasih. 

"Keadaannya baik baik saja," katanya. 

Kebakaran kembali terjadi di kota Manado, provinsi Sulut. 

Sebanyak dua rumah di Kelurahan Maasing, Lingkungan 4, Kecamatan Tuminting, kota Manado, provinsi Sulut, dilalap si jago merah, Minggu (28/6/2026) sekira pukul 04.00 Wita

Seorang pemuda bernama Abdul (22) meninggal dunia dalam kejadian tersebut. 

Korban lainnya adalah Fatma. 

Ia berhasil selamat meski alami luka bakar di beberapa bagian tubuh. 

Tribunmanado.com sambangi lokasi tersebut, Mnggu sekira pukul 08.00 Wita. 

Suasana ramai. Warga memenuhi lorong depan dua rumah yang terbakar. 

Bau angus masih tercium. Hawa panas masih menyengat kulit. 

Air dari pemadam masih menggenangi beberapa titik aspal yang melapisi jalan. 

Rumah yang terbakar tampak porak-poranda. 

Police line terpasang depan pagar. 

Seorang anggota keluarga tampak berada depan rumah pertama yang kebakaran. 

Tampak ia menelepon seseorang nun di sana.

Ekspresinya sedih. Matanya basah. 

Ahmad, ketua lingkungan 4 mengatakan, kebakaran terjadi pada Minggu sekira 04.00 Wita. 

Ia menyebutkan korban yang meninggal adalah kerabat pemilik rumah. 

Dia pemuda yang sehari harinya jadi sopir angkot. 

"Dia dibawa ke RS Bhayangkara," katanya. 

Sementara lansia yang alami luka bakar jalani perawatan di RS Pancaran Kasih. (Art)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.