TRIBUNSTYLE.COM - Ada yang baru dan super unik di Kabupaten Probolinggo, wisata menapaki jembatan kaca sepanjang 130 meter.
Wahana wisata ini dirilis oleh The Lawu Group, yang diberi nama Jembatan Kaca Seruni Point Bromo.
Berapa harga tiket masuknya dan berapa banyak pengunjung yang bisa menikmati jembatan kaca ini?
Baca juga: Jawaban Giorgio Dituding Numpang Hidup Sarwendah, Bantah Aura Redup, Setia dengan Janda Ruben Onsu
Pengunjung cukup membayar Rp 55.000 untuk menjajal wahana kaca pertama di Indonesia yang berada 83 meter di atas jurang Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Harga Rp 55.000 itu dinilai jauh lebih terjangkau dibanding wahana sejenis di Bali yang mencapai Rp 150.000, maupun di luar negeri seperti China.
Demikian pernyataan President Director The Lawu Group, Parmin Sastro Wijono, saat acara.
Sejak dibuka, ratusan pengunjung langsung antre mencoba sensasi jembatan sepanjang 130 meter tersebut.
Untuk keamanan, pengelola memberlakukan SOP ketat, maksimal 40 orang di atas jembatan per sesi dengan durasi 15 menit, serta wajib memakai kaus kaki khusus yang disediakan pengelola.
"Secara struktur jembatan mampu menahan beban 6 ton atau setara 60 orang. Tapi kami batasi 40 orang demi kenyamanan dan keamanan,” ujar Parmin.
Acara soft opening diawali doa bersama dan pemotongan tumpeng. Turut hadir Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi.
Salah satu pengunjung, Haryanto, mengaku awalnya gugup melihat jurang dari atas kaca.
“Tapi setelah di tengah, rasanya seru. Pemandangannya luar biasa indah. Pengalaman yang belum pernah saya rasakan,” katanya.
Parmin menyebut jembatan ini diharapkan menjadi ikon baru dan destinasi penyangga Bromo Tengger Semeru.
Sementara itu Heri Mulyadi dari Disporapar menyebut keberadaan jembatan kaca sebagai kebanggaan Kabupaten Probolinggo dan pelengkap atraksi wisata Bromo.