101 Anak Ikuti Sunatan Massal Ceria di Masjid Al-Furqon Banjarmasin
Ratino Taufik June 28, 2026 04:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wajah ceria anak-anak dan antusiasme orangtua mewarnai kegiatan Sunatan (Khitan) Massal Ceria yang digelar Kantor Layanan Lazismu Masjid Al-Furqon Banjarmasin. Minggu pagi (28/6/2026).  

Berkumpul di ruang masjid, anak-anak bersama orangtua duduk khidmat mendengarkan tausiah sebagai pembuka sebelum kegiatan Khitan Massal Ceria dimulai.  

Tausiah disampaikan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan, Ustadz Ilham, S.Th.I., yang menekankan pentingnya khitan bagi anak-anak.  

"Khitan itu berfungsi sebagai simbol kesucian, agar anak-anak kita terhindar dari kotoran dan najis," kata Ustadz Ilham, S.Th.I.  

Ustadz Ilham kemudian mengutip hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shalallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: اْلاِسْتِحْدَادُ، وَالْخِتَانُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَنَتْفُ اْلإِبْطِ، وَتَقْلِيْمُ اْلأَظْفَارِ.

“Lima (perilaku) fithrah: mencukur bulu kemaluan, khitan, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.”(Muttafaq ‘alaihi)

Khitan Massal Ceria ini bekerja sama dengan PLN Nusantara Power UP Kalselteng, dihadiri perwakilan Baznas Kalsel serta pimpinan Ortonom Muhammadiyah se Kota Banjarmasin.  

Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik di Kalsel, Minggu 28 Juni 2026, 35 Lokasi di Banjarmasin Mati Lampu

"Kami terima kasih kepada Lazismu bisa mengakomodir sebanyak 101 anak yang dapat dikhitan hari ini. Memang ini acara rutin tiap tahun, namun karena masjid sempat direnovasi jadi sempat terhenti. Ini memulai kembali dan insyaAllah jika memang dirutinkan di tahun selanjutnya, bisa diinfokan kepada kami dan bisa juga menjadi rencana program CSR kami berikutnya," jelas Team Leader SDM Umum dan CSR PLN Nusantara Power UP Kalselteng, Muh Zaki Ramadhan.  

Sambil menunggu giliran, anak-anak disajikan hiburan sulap yang meriah, sementara proses khitan berlangsung di ruang lain.  

"Semangat-semangat. Katanya rasanya seperti digigit semut, ada hadiah mainan, ada jajanan, sarung, peci, ada duit juga hadiahnya itu," ujar Nadib yang sedang menunggu giliran sambil menunjuk pajangan hadiah dari panitia.  

Proses khitan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Islam Banjarmasin dengan peralatan medis lengkap. Orangtua mendampingi putra mereka agar tetap tenang selama proses khitan berlangsung.  

"Sangat bermanfaat pada pagi hari ini, bayangkan di mana sekarang ekonomi kita semakin sulit, bayar khitan bisa mencapai Rp2juta per anak, hari ini gratis semuanya. Ada 101 anak, tambah uang saku, tambah hadiah-hadiah berupa mainan seperti mobil-mobilan, pistol, dan lainnya," jelas Ketua BP Lazismu Kota Banjarmasin, Ustadz Ahmad Fitri Rusli, S.Ag. 

Khitan dalam Islam merupakan syariat untuk memotong kulit (kulup) yang menutupi ujung kemaluan laki-laki. Praktik ini diwariskan sejak zaman Nabi Ibrahim Alaihissalam, sebagai bagian dari fitrah untuk menjaga kebersihan (thaharah) dan sahnya ibadah.  

"Khitan ini wajib bagi kita laki-laki seorang muslim yah, ini penting untuk kesehatan kita. Makanya anak-anak mungkin pra sekolah atau sudah sekolah kelas 1, 2, 3 bisa dilakukan proses khitan untuk kebersihan ibadah dan juga kebersihan diri mereka sendiri," jelas Ustadz Ahmad Fitri Rusli, S.Ag.  

Peserta khitan massal ini tidak hanya berasal dari Banjarmasin, tetapi juga dari luar kota.

"Ada sedikit nangis tadi tapi tidak apa-apa, alhamdulillah akhirnya anak bisa sunatan. Semoga tahun depan ada lagi acara sunatan massal, dan untuk anak ulun semoga jadi anak saleh dan berbakti kepada orangtua," kata Mahdiannor warga Kab. Banjar, sambil memegang tangan putranya yang baru saja dikhitan. (Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.