Dari Tradisi Keluarga Membuat Kue saat Lebaran, Kini Jadi Etalase Produk UMKM di Labuan Bajo
Cristin Adal June 28, 2026 05:47 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar

TRBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Di tengah masifnya perkembangan pariwisata premium Labuan Bajo, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) rumahan di Kelurahan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil membuktikan resiliensi ekonomi lokal.

Usaha rumahan bernama UMKM "Indo" yang dirintis oleh Indo Mase atau yang akrab disapa Mama Indo kini tidak hanya memproduksi camilan sendiri, UMKM ini menjadi etalase kolaborasi bagi para pelaku usaha kreatif di sekitarnya.

Berawal dari Modal Rp 500.000

Perjalanan bisnis Mama Indo dimulai dari tradisi keluarga membuat kue saat Lebaran pada tahun 2012. Dorongan dari para tetangga yang menggemari produk pertamanya, kacang sembunyi, memicu keberaniannya untuk menyeriusi bidang ini pada 2015 dengan modal awal Rp 500.000.

Baca juga: Hari Laut Sedunia di Labuan Bajo Diperingati dengan Pungut Sampah di Hulu Mbeliling

Melihat tingginya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, Mama Indo mulai melakukan inovasi produk dengan memanfaatkan potensi lokal.

"Dari situ lahirlah produk andalan kami, stik kelor, yang kini menjadi salah satu yang paling dicari pembeli," ujar Mama Indo saat ditemui, Minggu (28/6/2026).

Menjadi Wadah Produk Lokal

Hal yang membedakan UMKM Indo dengan usaha rumahan lainnya adalah konsep etalase bersama (hub). Menyadari kebutuhan wisatawan yang beragam saat berburu oleh-oleh, Mama Indo membuka ruang pelaku UMKM lainnya untuk menitipkan produk mereka.

Saat ini, ruang tengah rumahnya dipenuhi oleh sekitar 10 jenis produk lokal, mulai dari camilan olahan, abon sapi dan ayam, kopi khas Flores, kain songke, hingga pakaian tenun.

Harga produk makanan yang ditawarkan berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 55.000 per kemasan, sebuah harga yang dinilai ramah di kantong wisatawan maupun warga lokal.

Baca juga: Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Provinsi PBSI NTT 2026

Digitalisasi dan Dampak Ekonomi

Manajemen operasional yang efisien menjadi kunci keberlanjutan bisnis ini. Dengan mempekerjakan tiga orang karyawan lepas yang dibayar berdasarkan volume produksi, Mama Indo mampu mengantongi omzet hingga Rp 10.000.000 per bulan.

Sebagai salah satu UMKM binaan Bank Indonesia (BI), UMKM Indo mendapatkan pendampingan intensif di bidang pengemasan dan strategi promosi.

Bahkan pada tahun 2023, usaha rumahan ini berhasil menyabet penghargaan sebagai UMKM Digital Binaan Terbaik tingkat Provinsi NTT.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.