TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperbarui metode pendataan kawasan permukiman kumuh agar tidak hanya mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Yuke, DKI Jakarta memiliki perangkat hingga tingkat RT, RW, Dasawisma, kelurahan, dan kecamatan yang dapat menghasilkan data lebih mutakhir dibandingkan data statistik nasional.
"Data itu harus terus diperbarui. Jakarta memiliki perangkat sampai tingkat RT, RW, Dasawisma, kelurahan, dan kecamatan sehingga seharusnya kondisi di lapangan bisa dipotret lebih cepat dan lebih akurat dibanding hanya mengandalkan data BPS," kata Yuke usai rapat kerja Komisi D beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, akurasi data sangat menentukan keberhasilan program penataan kawasan kumuh yang selama ini dijalankan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP).
Karena itu, Komisi D meminta seluruh laporan masyarakat melalui Musrenbang, CRM, aspirasi masyarakat, hingga hasil reses anggota DPRD diintegrasikan sebagai dasar penyusunan program.
"Jangan sampai ada wilayah yang sebenarnya membutuhkan penataan tetapi tidak masuk dalam data. Semua pengaduan masyarakat harus dipetakan sehingga penanganannya lebih tepat sasaran," ujarnya.
Yuke juga meminta aparat kelurahan dan kecamatan lebih aktif melakukan pendataan di wilayah masing-masing agar persoalan permukiman kumuh tidak terlambat ditangani.
"Kita juga minta juga keterlibatan aktif harusnya sih mungkin di kelurahan, dari mulai RT, RW, kelurahan, kecamatan ini kan juga bisa membantu untuk nyisir. Jangan sampai jangan cuman mengandalkan dinas," ucapnya.
Menurut Yuke, perangkat lingkungan akan jauh lebih memahami medan serta skala prioritas sehingga program pengentasan RW kumuh lebih efektif dan tepat sasaran.
"Kalau dinas yang nyisir kan pasti akan terlewat (yang prioritas), Yang paham memang yang memiliki ranah di situ kan kelurahan, kecamatan," tegas dia.
Baca juga: Rincian Harga Emas Antam Hari Ini, Minggu 28 Juni 2026: Buyback Turun atau Naik?
Baca juga: BOCORAN Transfer Persija:Rumor STY Bidik Gelandang Rp20 Miliar, Sosok Mesin Tengah Diklaim Merapat
Baca juga: Pertandingan Tinju Peringati HUT Polri di Penjaringan Jadi Ajang Cegah Kejahatan di Kalangan Pemuda