Bikin Melongo! Bangunan Eropa Ditemukan di Tengah Sawah Klaten, Ternyata Peninggalan Hindia Belanda
Candra Isriadhi June 28, 2026 03:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di tengah hamparan persawahan yang membentang di wilayah Joho, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, berdiri sebuah bangunan tua yang hingga kini masih menyimpan banyak cerita sejarah.

Sekilas, bangunan tersebut tampak berbeda dari bangunan lain di sekitarnya.

Bentuknya yang memanjang dengan konstruksi batu kokoh membuat siapa pun yang melihatnya mengira sebagai bangunan bergaya khas Eropa.

WISATA KLATEN - Jolontoro bangunan irigasi era kolonial yang tersisa di Klaten.
WISATA KLATEN - Jolontoro bangunan irigasi era kolonial yang tersisa di Klaten. (Instagram/@kabarklaten)

Tak heran jika banyak orang yang baru pertama kali datang merasa penasaran dengan keberadaan bangunan unik tersebut.

Masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Jolontoro.

Bangunan bersejarah ini telah menjadi saksi perjalanan panjang perkembangan wilayah Joho sekaligus peninggalan penting dari masa kolonial Hindia Belanda.

Baca juga: Iran Murka Usai Ancaman Trump, Balas Peringatan Keras untuk AS: Sebaiknya Mereka Berhati-hati

Nama Jolontoro sendiri memiliki makna yang cukup menarik.

Menurut penuturan masyarakat, istilah tersebut berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti jalan air atau saluran air.

Nama itu diberikan bukan tanpa alasan.

Dahulu, bangunan ini memang berfungsi sebagai saluran air utama yang mengalirkan air untuk mendukung aktivitas perkebunan tebu pada masa kolonial.

Keunikan Jolontoro semakin terlihat dari bentuk konstruksinya.

WISATA KLATEN - Jolontoro bangunan irigasi era kolonial yang tersisa di Klaten.
WISATA KLATEN - Jolontoro bangunan irigasi era kolonial yang tersisa di Klaten. (Instagram/@kabarklaten)

Bangunan ini membentang dengan panjang sekitar 700 meter, melintasi area persawahan di wilayah Joho.

Meski sebagian bangunan kini sudah tidak lagi utuh akibat faktor usia dan minimnya perawatan, sisa-sisa konstruksinya masih memperlihatkan kualitas pembangunan khas masa kolonial yang terkenal sangat kokoh.

Bangunan ini dibuat menggunakan susunan batu dan semen tanpa lapisan plester pada permukaannya.

Baca juga: Rumah Angel Lelga Kemalingan, Pelakunya Ternyata ART Sendiri, Topi Branded hingga Vitamin Hilang

Teknik konstruksi tersebut membuat tekstur batu masih terlihat jelas hingga sekarang dan justru menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari bangunan modern.

Ketebalan dindingnya pun terbilang luar biasa, mencapai sekitar 100 sentimeter.

Sementara itu, tinggi bangunan bervariasi mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga tiga meter, mengikuti kontur tanah dan kebutuhan sistem pengairan pada masa itu.

Melihat bentuk konstruksinya yang besar dan memanjang, tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan bangunan ini sebagai latar belakang foto karena tampilannya yang unik dan memberikan nuansa klasik ala bangunan-bangunan peninggalan Eropa.

WISATA KLATEN - Jolontoro bangunan irigasi era kolonial yang tersisa di Klaten. (Instagram/@kabarklaten)

Di balik kemegahan konstruksinya, Jolontoro memiliki peran yang sangat penting pada masa lalu.

Bangunan ini dibangun sebagai bagian dari sistem irigasi untuk mengalirkan air ke perkebunan tebu yang menjadi pemasok bahan baku Pabrik Gula Gondang Winangoen, salah satu pabrik gula bersejarah di Klaten.

Keberadaan saluran air ini menjadi penunjang utama aktivitas perkebunan sehingga produksi tebu pada masa itu dapat berjalan dengan baik.

Namun, seiring perubahan zaman dan perkembangan teknologi pengairan, fungsi Jolontoro mulai ditinggalkan.

Baca juga: Ruben Onsu Sebar Bukti Pernah Dibuntuti oleh Giorgio Antonio saat Ketemu Anak: Saya Orangtua Kandung

Bangunan tersebut kini sudah tidak lagi digunakan sebagai saluran irigasi.

Selain karena sistem pengairan telah berubah, biaya perawatan bangunan yang cukup besar juga menjadi salah satu alasan mengapa Jolontoro tidak lagi difungsikan seperti dahulu.

Meski demikian, keberadaan bangunan ini masih menjadi pengingat penting akan sejarah panjang industri perkebunan dan sistem irigasi pada masa kolonial di Klaten.

Dengan bentuk bangunan yang unik, konstruksi yang masih terlihat kokoh meski telah berusia puluhan tahun, serta nilai sejarah yang melekat di dalamnya.

Jolontoro menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi sekaligus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari warisan budaya di Kabupaten Klaten.

(Tribunnewsmaker.com/Candra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.