TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN – Sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang berkumpul dalam sebuah diskusi bertajuk Pause, Heal & Bloom di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026).
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak berhenti sejenak dari padatnya rutinitas, belajar mengelola stres, sekaligus membangun koneksi dan ruang saling mendukung antarsesama perempuan.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi Tanamoor x Warung Turki, Indonesian Irish Association (IIA), dan Perempuan Berkebaya Indonesia Eropa (PBIE) ini dirancang sebagai ruang refleksi melalui sesi mindfulness, diskusi kesehatan mental, journaling, hingga networking dalam suasana yang lebih intim.
Salah satu pembicara, Yuki Fragariani selaku Mindbody Practitioner, Yoga & Meditation Instructor, mengajak perempuan mulai membiasakan diri memberi jeda di tengah aktivitas yang padat.
Menurutnya, banyak orang terbiasa terus bergerak tanpa pernah benar-benar menyadari kondisi tubuh maupun pikirannya.
"Saya mengajak semua peserta untuk sering memberi jeda, berhenti untuk bisa mengerti apa yang sedang terjadi. Jadi enggak semua terus go, go, go. Ada waktu untuk jeda, untuk berhenti, dan bernapas. Itu adalah teknik yang paling mudah dicapai, diakses, bisa kapan saja untuk mengurangi stres, untuk merendahkan kecemasan," ujar Yuki, Sabtu (28/6/2026).
Yuki menjelaskan, teknik pernapasan sederhana menjadi salah satu cara paling mudah untuk mengenali kondisi tubuh ketika mulai mengalami tekanan psikologis.
Ia mengungkapkan, dari latihan yang dilakukan bersama para peserta, masih banyak yang memiliki pola napas pendek tanpa disadari. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu indikator meningkatnya stres akibat aktivitas sehari-hari.
"Apalagi hidup di Jakarta yang selalu penuh dengan tantangan dan ritmenya sangat cepat. Tadi banyak peserta yang napasnya pendek. Idealnya dalam satu menit itu tidak lebih dari 10 siklus napas. Kalau sudah lebih dari itu, itu tanda kita harus berhenti dan mulai mengatur napas menjadi lebih pelan dan lebih dalam," katanya.
Selain latihan pernapasan, Yuki juga menjelaskan pentingnya memahami alam bawah sadar melalui pendekatan hipnoterapi.
Menurutnya, berbagai pengalaman masa lalu maupun keyakinan negatif terhadap diri sendiri sering kali tersimpan tanpa disadari dan memengaruhi cara seseorang menjalani kehidupan.
"Hypnotherapy itu adalah sebuah metode untuk mengakses alam bawah pikiran. Di sana kita menyimpan kebiasaan, trauma, pengalaman yang tidak menyenangkan, sampai keyakinan seperti merasa kurang pintar atau kurang cantik. Tanpa sadar, itu memengaruhi bagaimana kita membawa diri dan berinteraksi dengan orang lain."
Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia Eropa (PBIE), Christiana Streiff, menilai perempuan saat ini memikul berbagai peran sekaligus, baik di lingkungan keluarga maupun pekerjaan.
Karena itu, menurutnya, kemampuan mengelola stres menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai acara sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi komunitas yang saling mendukung dalam jangka panjang.
"Ke depannya bisa bersama-sama berlatih untuk mengendalikan stres, untuk hidup yang lebih sehat," ujar Christiana.
Christiana menilai tekanan hidup juga dirasakan masyarakat Indonesia yang harus menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun sosial.
Karena itu, perempuan membutuhkan ruang aman agar mampu menjaga kesehatan mental sekaligus tetap berpikir positif dalam menghadapi berbagai persoalan.
"Dengan adanya healing ini, bagus banget untuk membantu orang sehingga orang yang stresnya besar bisa mengendalikan dirinya dan bagaimana caranya supaya kita bisa berpikiran positif," kata dia.
Menurut Christiana, perempuan bukan hanya bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, tetapi juga menjadi pilar penting dalam keluarga dan generasi berikutnya.
Beban tersebut sering kali membuat tekanan mental menumpuk apabila tidak dikelola dengan baik.
"Perempuan itu sebenarnya tumpuan banyak orang. Perempuan adalah doa keluarga, panutan generasi selanjutnya, juga menjadi harapan bagi suami. Kadang tanpa sadar stresnya bertumpuk," ujarnya.
Ia menambahkan, kesadaran untuk menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga warisan budaya, termasuk kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia.
Keduanya, menurut Christiana, perlu diwariskan kepada generasi muda melalui kolaborasi dan semangat saling mendukung antarsesama perempuan.
"Dimanapun ada perempuan yang mau memulai sesuatu yang kreatif dan baik untuk kaum perempuan, itu akan menularkan energi positif," tuturnya.
Penyelenggara membatasi jumlah peserta hanya sekitar 20 orang agar setiap perempuan memperoleh kesempatan berdiskusi dan berbagi pengalaman secara lebih mendalam.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi, mulai dari mindbody connection, refleksi diri melalui journaling, guided meditation, hingga networking dalam suasana santai.
Konsep tersebut dipilih agar perempuan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan mental, tetapi juga membangun hubungan yang dapat terus berlanjut setelah acara berakhir.
Kegiatan ini digelar di Tanamoor x Warung Turki, kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Pemilik Tanamoor x Warung Turki, Diana, mengatakan lokasi tersebut memang dikembangkan sebagai ruang yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan komunitas, mulai dari diskusi, pertemuan, hingga acara keluarga.
"Kalau tempat ini bisa untuk ulang tahun, gathering, sampai meeting. Memang kami ingin menghadirkan ruang yang nyaman untuk berbagai kegiatan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan konsep tempat yang semula mengusung cita rasa Turki kini berkembang menjadi restoran dengan sentuhan kuliner Mediterania yang telah disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.
"Awalnya memang konsepnya Turki, tetapi sekarang bertransformasi menjadi Mediterranean. Bahkan tamu dari Turki pernah bilang makanan di sini lebih cocok dan lebih enak untuk dinikmati."
Melalui kolaborasi lintas komunitas tersebut, penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai ruang berbagi, saling menguatkan, dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental perempuan di Indonesia.
Baca juga: Bang Doel Ajak Warga Jakarta Pilah Sampah dari Rumah, Bantargebang Stop Open Dumping Mulai Agustus
Baca juga: Tumpukan Sampah Laut di Jakarta Jadi Sorotan, DPRD DKI Minta UPK Badan Air Diperkuat
Baca juga: Jakarta Bersiap Tinggalkan Open Dumping, Mulai Agustus Sampah ke Bantargebang Hanya Tinggal Residu