Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 39 peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Sekolah dengan fokus pada penerapan sistem otomasi berbasis Inlislite di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Aceh Besar dengan Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Para peserta dibekali keterampilan mengoperasikan Inlislite, aplikasi otomasi perpustakaan terintegrasi yang dikembangkan Perpustakaan Nasional RI untuk mengelola katalog, keanggotaan, sirkulasi peminjaman, hingga pelaporan secara digital sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry, Mukhtaruddin MLIS mengatakan, pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dan pengelola perpustakaan agar mampu mengelola perpustakaan sekolah secara profesional sekaligus beradaptasi dengan transformasi layanan berbasis digital.
Pada sesi praktik, peserta mendapatkan pendampingan penggunaan Inlislite mulai dari penginputan data koleksi, pengelolaan anggota, layanan sirkulasi, hingga penyusunan laporan perpustakaan secara elektronik.
Pemateri otomasi perpustakaan, Arkin SIP mengatakan, transformasi digital melalui Inlislite menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam pengelolaan perpustakaan modern.
Baca juga: Kembangkan Keterampilan Digital, Himaif Umuslim Gelar Pelatihan Web Untuk Mahasiswa
"Melalui Inlislite, pengelolaan perpustakaan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan akuntabel karena seluruh layanan terintegrasi dalam satu sistem. Mulai dari katalogisasi, sirkulasi, keanggotaan hingga pelaporan dapat terdigitalisasi sesuai standar nasional," ujar Arkin.
Menurutnya, penerapan teknologi otomasi juga mendorong peningkatan kualitas layanan informasi dan memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
"Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dituntut memberikan layanan yang cepat, tepat, dan mudah diakses. Karena itu, transformasi berbasis teknologi melalui Inlislite menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan pendidikan di era digital," jelas Arkin.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, H Saifuddin SE menegaskan penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan etika dan nilai keagamaan.
Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Syarifuddin MAg PhD mengatakan pengelolaan perpustakaan sekolah perlu beradaptasi dengan era smart society 5.0 yang menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam pemanfaatan teknologi.
"Yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar mengetahui sesuatu, tetapi kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat," kata Syarifuddin.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kabupaten Aceh Besar Muhammad SPd dan Ketua KKG PAI Kabupaten Aceh Besar Fetti Elliani SPdI MPd.(*)