Jembatan Gardu Binduriang Rejang Lebong Masuk Titik Rawan Kecelakaan, Warga Berharap Ada Solusi
Hendrik Budiman June 28, 2026 04:41 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Jembatan Gardu yang berada di Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, menjadi salah satu titik rawan kecelakaan di ruas Jalan Lintas Curup–Lubuklinggau.

Dalam beberapa tahun terakhir, telah beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan jembatan tersebut. Sebagian besar insiden melibatkan kendaraan bermuatan besar yang keluar jalur hingga menabrak pembatas jembatan sebelum akhirnya terperosok ke jurang.

Kondisi tersebut membuat masyarakat setempat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah maupun instansi terkait untuk mengurangi risiko kecelakaan di lokasi tersebut.

Kepala Desa Kepala Curup, Lukman, membenarkan bahwa Jembatan Gardu memang merupakan salah satu lokasi yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, sudah beberapa kali kendaraan, khususnya truk bermuatan besar, mengalami kecelakaan di kawasan tersebut. Kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga kehilangan kendali, menabrak pembatas jembatan, kemudian masuk ke jurang.

"Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di sini. Baik kendaraan yang datang dari arah Curup maupun dari arah Lubuklinggau, ada yang mengalami kecelakaan di kawasan jembatan ini,"sampai Lukman kepada TribunBengkulu.com pada Minggu (28/6/2026).

Kondisi pagar pengaman jembatan saat ini juga kembali mengalami kerusakan akibat kecelakaan yang terjadi beberapa pekan lalu.

Baca juga: Tarif Parkir di Rejang Lebong Berpotensi Naik, Dishub Kejar Target PAD Capai Rp1,9 Miliar

Hingga kini, pagar tersebut belum diperbaiki sehingga dinilai dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas.

"Akibat kecelakaan beberapa pekan lalu, pagar jembatan kembali rusak. Sampai sekarang belum diperbaiki. Tentu kondisi ini juga membahayakan pengendara yang melintas, terutama pada malam hari atau saat cuaca kurang baik,"katanya.

Pemerintah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan pagar jembatan sekaligus mengevaluasi kondisi Jembatan Gardu agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

"Kami berharap ada solusi dari pihak terkait agar angka kecelakaan di kawasan jembatan ini bisa ditekan dan pengguna jalan dapat melintas dengan lebih aman," tambahnya.

Warga Nilai Ukuran Jembatan Relatif Sempit

Seorang warga Desa Kepala Curup, Anton, mengatakan kondisi fisik Jembatan Gardu dinilai relatif sempit dibandingkan dengan volume kendaraan yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kendaraan, terutama truk bermuatan besar, lebih berisiko mengalami kecelakaan apabila kehilangan kendali.

"Jembatan ini memang cukup kecil. Kemungkinan itu juga menjadi salah satu penyebab kendaraan yang mengalami kecelakaan sampai masuk ke jurang,"jelas Anton.

Ia berharap pemerintah dapat memasukkan pelebaran Jembatan Gardu ke dalam program pembangunan infrastruktur agar keselamatan pengguna jalan semakin meningkat.

"Harapan kami ke depan jembatan ini bisa dilebarkan sehingga lebih aman bagi kendaraan yang melintas,"tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.