Laporan Jurnalis TribunPapuaBarat.com, Aldi Bimantara
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dinas Perkebunan (Disbun) Fakfak Papua Barat menanam sebanyak 10 pohon pala Tomandin grafting di media Jalan Dr Salasa Namudat Fakfak Papua Barat.
Itu diinformasikan Kepala Disbun Fakfak, Widhi Asmoro Jati kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Minggu (28/6/2026).
Baca juga: KP2KP Kabupaten Fakfak Dampingi ASN DLHP Laporkan SPT Tahunan
"Ini sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Pala Fakfak, kami kembali melakukan penanaman 10 pohon pala pendek grafting di Kawasan Reklamasi Thumburuni yang merupakan ruang terbuka hijau sekaligus salah satu wajah Kota Fakfak," jelasnya.
Dikatakannya, penanaman dilakukan di median tengah jalan melalui kolaborasi bersama Seksi Kebersihan dan Pertamanan Dinas PUPR2KP Kabupaten Fakfak.
Widhi Asmoro Jati menjelaskan bahwa pala grafting dipilih karena memiliki pertumbuhan lebih cepat, tinggi tanaman lebih rendah sehingga mudah dipelihara, serta berpotensi lebih cepat memasuki masa produksi.
"Kehadiran tanaman pala di Jalan Dr Salasa Namudat diharapkan menjadi ikon yang semakin memperkuat citra Fakfak sebagai Kota Pala," tandasnya
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga tanaman yang telah ditanam ini.
Baca juga: Bupati Samaun Dahlan Pastikan Investasi Raksasa Pupuk Kaltim Tetap di Kabupaten Fakfak
Dukungan publik sangat diperlukan agar pala dapat tumbuh dengan baik dan menjadi kebanggaan masyarakat Fakfak. Menanam memang penting, tetapi menjaga dan merawatnya jauh lebih penting.
Ia menambahkan, kawasan Reklamasi Thumburuni selama ini sering menjadi lokasi penanaman berbagai tanaman identitas.
Namun, dikatakannya masih banyak tanaman yang mengalami kerusakan, hilang, bahkan gagal tumbuh akibat kurangnya kepedulian bersama.
Baca juga: 225 Personel TNI-Polri Disiagakan Amankan Malam Takbiran di Kabupaten Fakfak
"Karena itu, pada penanaman kali ini Dinas Perkebunan memasang naungan pelindung berbahan rangka besi yang dilengkapi kawat berduri untuk melindungi bibit pala dari gangguan sehingga dapat tumbuh lebih aman dan optimal," katanya.
Widhi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena penggunaan kawat berduri tersebut terpaksa dilakukan sebagai langkah pengamanan tanaman.
"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat berada di sekitar lokasi karena kawat pelindung tersebut cukup tajam. Apabila ada masyarakat yang berminat dengan pala ini dapat dipersilakan meminta kepada Dinas Perkebunan Fakfak," katanya.
Baca juga: Fajar Suryana Bertekad Bangkitkan Kejayaan Futsal Kabupaten Fakfak
Sementara itu, Kepala Seksi Kebersihan dan Pertamanan Dinas PUPR2KP Kabupaten Fakfak, Reymon Warwey, menyampaikan bahwa kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Reklamasi Thumburuni saat ini sedang dalam proses penataan.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta bersama-sama merawat tanaman dan fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
Di akhir kegiatan, Kepala Dinas Perkebunan kembali mengimbau seluruh masyarakat agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas dan tanaman yang telah dibangun pemerintah.
Baca juga: SKK Migas dan BP Klaim Sudah Banyak Berkontribusi untuk Kabupaten Fakfak
"Mari kita jadikan Reklamasi Thumburuni sebagai ruang terbuka hijau yang indah, bersih, dan dipenuhi tanaman pala sebagai identitas daerah," katanya.
Ia mengingatkan kembali agar jangan merusak, mencabut, atau mengganggu tanaman yang telah ditanam.
"Keberhasilan menjadikan Fakfak sebagai Kota Pala bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama," katanya.
Baca juga: 1 Abad NU, Ini Pesan Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Fakfak
Dikatakannya, jika menjaga bersama, maka manfaatnya akan dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Melalui kolaborasi lintas OPD dan dukungan seluruh masyarakat, diharapkan Jalan Dr Salasa Namudat dapat berkembang menjadi ruang terbuka hijau yang asri, bersih, dan dipenuhi tanaman pala sebagai simbol kebanggaan daerah. Sekaligus ini memperkuat identitas Fakfak sebagai Kota Pala dan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang. (*)