Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 1.430 Orang, Lebih 50 Ribu Warga Masih Hilang
Faisal Zamzami June 28, 2026 05:37 PM


SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Korban jiwa akibat gempa kembar berkekuatan dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah.

Hingga Sabtu (27/6/2026), pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 1.430 orang meninggal dunia, sementara 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka.

Proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung di berbagai wilayah terdampak.

Pemerintah juga menyebut 172 orang diperkirakan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan, sedangkan lebih dari 50.000 warga dilaporkan masih hilang pascabencana.

Gempa kembar tersebut terjadi pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat.

Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2, disusul gempa kedua yang lebih kuat, yakni Magnitudo 7,5.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), kedua gempa itu tergolong fenomena "doublet earthquake" atau gempa kembar, yakni dua gempa besar yang terjadi dalam waktu berdekatan.

Bencana ini menyebabkan ribuan bangunan runtuh, merusak infrastruktur, termasuk bandara utama Venezuela, serta memicu krisis kemanusiaan di sejumlah wilayah.

Baca juga: Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Tembus 920 Orang, 17 Negara Kerahkan Tim Penyelamat 

Warga Keluhkan Lambannya Bantuan

Sekitar dua hari setelah gempa terjadi, warga di sejumlah daerah mulai mengeluhkan lambannya distribusi bantuan.

Di negara bagian La Guaira, salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah, warga bersama relawan terpaksa membongkar puing-puing bangunan menggunakan tangan kosong karena minimnya alat berat dan belum optimalnya kehadiran tim penyelamat.

Kondisi tersebut memicu frustrasi di kalangan masyarakat yang masih berharap menemukan anggota keluarga mereka dalam keadaan selamat.

Sedikitnya 19 Warga Negara Asing Tewas

Korban tewas juga mencakup sedikitnya 19 warga negara asing (WNA).

Berdasarkan laporan AFP, korban terdiri atas:

-9 warga Portugal

-5 warga Spanyol

-2 warga Brasil

-2 warga China

-1 warga Italia-Venezuela

Sementara itu, pemerintah Portugal dan Spanyol melaporkan 56 warga Portugal serta 133 warga Spanyol masih belum diketahui keberadaannya sejak gempa mengguncang Venezuela.

Baca juga: 920 Tewas Akibat Gempa Venezuela, Lebih dari 51.000 Jiwa Masih Hilang

300 Gempa Susulan Tercatat

Otoritas Venezuela juga melaporkan sedikitnya 300 gempa susulan terjadi setelah gempa utama.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan sejak pukul 18.03 waktu setempat pada 24 Juni hingga saat ini telah tercatat 302 peristiwa seismik, yang terdiri dari dua gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 serta 300 gempa susulan.

Menurut Rodriguez, gempa-gempa susulan tersebut terjadi di sepanjang tiga patahan geologi utama yang melintasi wilayah Venezuela.

Gempa susulan terbaru berkekuatan Magnitudo 4,9 tercatat terjadi pada Jumat (26/6/2026) sore dan dirasakan hingga wilayah Caracas serta kota Maracay.

Hingga kini belum ada laporan korban tambahan akibat gempa susulan tersebut.

PBB: Jumlah Korban Diperkirakan Masih Akan Bertambah

Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Kemanusiaan sekaligus Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, mengatakan operasi penyelamatan masih menghadapi tantangan besar.

Ia memperingatkan jumlah korban tewas kemungkinan akan terus meningkat mengingat lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang.

"Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks. Kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang. Tugas kami adalah menemukan sebanyak mungkin dari mereka dan menjaga agar jumlah korban jiwa tetap serendah mungkin, tetapi jelas jumlahnya akan meningkat secara signifikan," ujar Fletcher.

Tim penyelamat dari dalam maupun luar negeri masih terus melakukan pencarian korban di berbagai lokasi terdampak, sementara pemerintah Venezuela menetapkan status darurat dan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat proses evakuasi serta penyaluran bantuan kemanusiaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.