SURYA.CO.ID, SURABAYA - Surabaya Green Force Run (GFR) 2026 berlangsung meriah.
Para peserta tumpah ruah pada Minggu (28/6/2026) pagi di titik start, Tugu Pahlawan, Surabaya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Surabaya Green Force Run juga menghadirkan berbagai aktivasi komunitas, hiburan, serta area festival di kawasan finis yang menjadi ruang berkumpul bagi peserta, keluarga, dan masyarakat umum.
Konsep tersebut memperkuat semangat bahwa Surabaya Green Force Run merupakan perayaan bersama yang menghubungkan olahraga, komunitas, dan identitas Kota Surabaya.
Tahun ini panitia menghadirkan lima kategori lomba, yaitu Kids Dash, Family Run, 5K, 10K, dan Half Marathon (21K).
Kategori Half Marathon kembali memperoleh verifikasi PB PASI sehingga standar pengukuran jarak maupun pencatatan waktunya memenuhi regulasi resmi.
Hal tersebut memberikan kesempatan bagi para pelari untuk membukukan catatan waktu yang diakui secara nasional.
GFR 2026 Diikuti 6.000 lebih pelari asal 10 negara: Indonesia, Prancis, Italia, Jepang, Kenya, Korea Selatan, Belanda, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat.
Antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun pada kegiatan yang sudah memasuki edisi kelima ini.
Tercatat, peserta domestik berasal dari 119 kota di 24 provinsi, dengan lebih dari 50 persen peserta berasal dari luar Surabaya.
Baca juga: 6.000 Pelari dari 10 Negara Serbu Surabaya Green Force Run 2026, Nikmati Pesona Kota Pahlawan
Surabaya Green Force Run 2026 mengambil rute yang sarat nilai sejarah dan budaya Kota Surabaya.
Berangkat dari kawasan Tugu Pahlawan, peserta melintasi sejumlah ruas jalan utama dan ikon kota yang merepresentasikan perjalanan Surabaya sebagai Kota Pahlawan.
Rute tersebut tidak hanya menawarkan tantangan bagi pelari, tetapi juga pengalaman menikmati lanskap kota yang memadukan bangunan bersejarah, kawasan modern, ruang terbuka hijau, hingga pusat aktivitas masyarakat.
Daya tarik medan lari di Kota Pahlawan sukses memikat para pegiat olahraga dari belahan dunia lain.
Seperi yang disampaikan Steven Dumont dan Mattia Nizardo, dua pria asal Prancis yang saat ini menetap di Labuan Bajo.
Mereka berdua sengaja terbang ke Surabaya untuk merasakan langsung atmosfer Surabaya Green Force Run (GFR) 2026.
Bagi mereka berdua, melintasi rute aspal Surabaya akan menjadi pengalaman perdana yang pastinya sangat dinantikan, terutama untuk menguji kekuatan mereka di kategori Half Marathon.
"Kami berburu informasi di internet mengenai ajang lari di Indonesia dan ternyata kami menemukan rute menarik di Surabaya," kata Steven.
"Kebetulan, saya pribadi punya ikatan emosional dengan kota ini karena sempat tinggal di sini selama satu tahun pada satu dekade lalu," tambahnya.
Di sisi lain, GFR 2026 menjadi garis start yang sangat emosional bagi Mattia Nizardo.
Pelari asal Padova, Italia ini menjadikan ajang ini sebagai ujian fisik pertamanya setelah sempat menepi dari dunia lari akibat tindakan operasi yang tidak bisa diceritakan pada September tahun lalu.
"Ini kompetisi pertama saya pasca operasi. Selama masa pemulihan kemarin, saya hanya bisa melakukan lari intensitas ringan dua sampai tiga kali seminggu. Jadi, penampilan di Surabaya adalah tolok ukur kesembuhan saya, dan saya berharap kami bisa menembus garis finis," tuturnya.
Persaingan Surabaya Green Force Run 2026 juga semakin menarik dengan hadirnya deretan pelari asal Kenya.
Bukan hanya menghadirkan wajah baru, ajang tahun ini juga menjadi panggung bagi sejumlah pelari untuk kembali mengejar catatan waktu terbaik mereka di Kota Pahlawan.
Setelah finis sebagai pelari tercepat di half marathon kategori putra pada GFR tahun lalu dengan catatan waktu 1 jam 14 menit 35 detik, Dennis Isika kini kembali ke Surabaya dengan misi yang lebih ambisius.
“Ini sudah ketiga kalinya saya mengikuti GFR. Jadi, saya semakin lebih percaya diri dengan race besok. Saya juga baru dari Bali dan berharap bisa mempertajam catatan waktu saya di GFR,” ungkap Dennis.
Begitu juga dengan Jackline Nzivo. Di edisi sebelumnya, ia sukses menyentuh garis finis dalam waktu 1 jam 26 menit 58 detik, sekaligus menjadikannya sebagai yang tercepat di half marathon kategori putri. Ia optimistis mampu memberikan penampilan yang optimal.
“Tahun ini, saya lebih percaya diri bisa memberikan yang terbaik,” kata Jackline Nzivo.
Baca juga: Suroboyo 10K Jadi Magnet Baru Sport Tourism, Pelari Tantang Panas Kota Pahlawan
Event yang diselenggarakan oleh DBL Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kota Surabaya ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun.
Sekaligus masuk dalam rangkaian perayaan ulang tahun Persebaya yang kini berusia 99 tahun, diperingati setiap 18 Juni.
Surabaya Green Force Run 2026 mengusung kampanye "Lebih dari Lari".
Tema tersebut menegaskan bahwa Surabaya Green Force Run bukan sekadar ajang kompetisi lari, tetapi juga menjadi ruang perayaan kota, komunitas, serta gaya hidup sehat masyarakat Surabaya.
Melalui event ini, peserta diajak menikmati wajah Surabaya yang kaya sejarah, budaya, hingga perkembangan kotanya melalui pengalaman berlari.
Presiden Persebaya Azrul Ananda mengatakan, Surabaya Green Force Run sejak awal dirancang bukan hanya sebagai lomba lari, tetapi juga sebagai cara memperkenalkan Surabaya kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia.
“Kami ingin setiap peserta pulang dengan pengalaman tentang Surabaya, mulai dari budayanya, keramahan warganya, sampai energi kotanya," kata Azrul Ananda.
"Harapannya, mereka bukan hanya ingin kembali berlari di sini, tetapi juga kembali berkunjung ke Surabaya," tambah sosok yang juga menjabat sebagai Founder dan CEO DBL Indonesia itu.
Kehadiran peserta internasional menjadi indikator Surabaya Green Force Run telah berkembang menjadi agenda lari yang memiliki daya tarik nasional sekaligus potensi besar dalam menggerakkan sektor sport tourism di Kota Surabaya.
"Ketika peserta datang dari ratusan kota dan berbagai negara, dampaknya bukan hanya bagi event ini, tetapi juga bagi ekonomi kota, mulai dari hotel, kuliner, transportasi, hingga destinasi wisata yang ikut bergerak. Itu sebabnya kami ingin Surabaya Green Force Run terus memberi manfaat yang lebih luas," terang Azrul.