Iran Jadi Tim Paling Tertindas Sekaligus Tak Beruntung di Piala Dunia 2026
Dwi Aryo Prihadi June 28, 2026 06:33 PM

FREDERIC J. BROWN/AFP
Foto skuad Timnas Iran sebelum bertanding melawan Selandia Baru di laga pertama Piala Dunia 2026.

SUPERBALL.ID - Timnas Iran harus puas mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir secara dramatis di babak penyisihan grup.

Hanya sedikit yang dapat dibandingkan dengan cara kejam yang telah mengakhiri perjalanan Timnas Iran di Piala Dunia 2026.

Skuad besutan Amir Ghalenoei itu menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bahkan sebelum bola ditendang.

Iran menempatkan diri pada posisi di mana tiket babak 32 besar berada dalam genggaman sebelum direbut di menit-menit akhir sebanyak dua kali.

Meski mencatatkan rekor tak terkalahkan di babak penyisihan grup, Iran gagal lolos ke fase gugur karena selisih gol.

Setelah bermain imbang melawan Selandia Baru dan Belgia, kemenangan atas Mesir akan membawa Iran lolos ke babak 32 besar.

Mereka tertinggal di awal pertandingan tetapi merespons dengan baik meskipun tendangan penalti Mehdi Taremi berhasil ditepis.

Penyelesaian cerdas Ramin Rezaeian dari sudut sempit membuat Iran menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Skor tetap sama hingga waktu tambahan babak kedua ketika Shoja Khalilzadeh menyarangkan bola setelah terjadi kemelut di depan gawang.

Perayaan meriah pun terjadi dengan Khalilzadeh melepas kausnya, yang membuatnya mendapat kartu kuning, dan berfoto dengan kacamata hitam.

Namun, kegembiraan segera berubah menjadi kesedihan ketika gol tersebut dianulir karena offside dan pertandingan pun berakhir imbang 1-1.

Keputusan offside itu sangat tipis dengan ujung kaki Khalilzadeh sedikit di depan bek kedua terakhir.

Alhasil, Iran harus menunggu hingga pertandingan terakhir babak penyisihan grup untuk mengetahui nasib mereka.

Pertandingan Aljazair melawan Austria adalah laga krusial dan kemenangan bagi salah satu pihak akan menguntungkan Iran.

Pertandingan yang menghibur itu tampaknya akan berakhir 2-2, sehingga membuat Iran tereliminasi.

Namun, Riyad Mahrez berhasil mencetak gol dan membawa Aljazair unggul 3-2 pada menit ke-90+3.

Hanya tinggal beberapa saat lagi sebelum Tim Melli, sebutan untuk Timnas Iran, mengamankan tempat di fase gugur.

Namun, drama belum berakhir di situ karena Austria mencetak gol melalui sundulan Sasa Kalajdzic hanya beberapa detik sebelum laga berakhir.

Untuk kedua kalinya dalam 24 jam, kegembiraan Iran direnggut dari mereka pada saat-saat terakhir.

Fakta bahwa Iran hampir mencapai fase gugur merupakan hal yang luar biasa mengingat rintangan unik yang harus mereka atasi.

Iran berkompetisi di Piala Dunia di tengah konflik negara tersebut dengan Amerika Serikat dan Israel.

Lokasi latihan mereka dipindahkan dari Arizona ke Tijuana di Meksiko sebelum turnamen dimulai dan mereka menghadapi pembatasan perjalanan selama turnamen berlangsung.

Sesuai ketentuan visa mereka, Iran hanya diizinkan memasuki Amerika Serikat sehari sebelum dua laga pertama mereka dan harus meninggalkan negara itu pada hari yang sama dengan pertandingan tersebut.

Pembatasan perjalanan tersebut dilonggarkan untuk pertandingan terakhir dan memungkinkan mereka tiba dua hari lebih awal, tetapi mereka harus kembali ke Tijuana setelah pertandingan.

Dengan semua hambatan tersebut, Ghalenoei menggambarkan timnya sebagai tim yang paling tertindas di turnamen.

Ia mengatakan bahwa timnya telah dirampok waktu persiapan dan diberi kurang dari setengah waktu latihan yang dibutuhkan, sementara tim lain menikmati kondisi normal.

"Kepada para pemain dan tim, saya ingin mengatakan bahwa saya bangga kepada mereka," kata Ghalenoei usai laga kontra Mesir.

"Apa yang telah dilakukan oleh para pemain muda ini, harus tercatat dalam sejarah karena negara tuan rumah memperlakukan kami dengan sangat tidak adil."

"Terlepas dari semua masalah ini, kami mampu tampil baik dan dunia bangga dengan rakyat Iran dan tim kami."

"Saya mendesak FIFA, jangan biarkan negara tuan rumah memperlakukan pemain dan tim dengan cara yang sama di Piala Dunia mendatang," tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.