MotoGP Belanda 2026 - Rem Yamaha Patah, Miller Frustrasi Sudah Terjadi 4 Kali
Nestri Y June 28, 2026 06:33 PM

YAMAHA RACING
Pembalap Prima Pramac Yamaha, Jack Miller (depan), frustrasi dengan kerusakan rem motor Yamaha pada sprint MotoGP Belanda 2026.

BOLASPORT.COM - Pembalap Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, mengeluhkan masalah motor yang kembali kumat hingga mengakibatkan ia gagal finis pada sprint MotoGP Belanda 2026.

Jack Miller mendapati balapan berakhir pahit saat tampil dalam sprint MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Belanda, Sabtu (27/7/2026).

Miller terpaksa mengakhiri balapan lebih cepat karena masalah teknis pada motor Yamaha YZR-M1.

Pembalap asal Australia itu kembali ke pit setelah hanya mengarungi balapan sprint sampai putaran kelima.

Miller terpaksa menyerah setelah mengetahui rem belakang motornya rusak.

Ia segera menyadari saat melintasi tikungan kecepatan tinggi yang membentuk karakter Sirkuit Assen, yang jika nekat berpotensi bakal jadi mimpi lebih buruk.

"Kaliper rem belakang patah di putaran pertama. Saya mencoba untuk terus melaju sebisa mungkin," kata Jack Miller dikutip Bolasport dari Crash.net.

"Agak sulit untuk berkendara di tikungan ini tanpa rem belakang," tambahnya.

Hal yang membuat Miller frustrasi adalah insiden tersebut bukan kali pertama terjadi.

Ia sudah empat kali mengalami masalah rem rusak.

Bahkan dua insiden di antaranya terjadi saat balapan, yang membuatnya makin kesal dan berpotensi mengancam keselamatan.

"Ini adalah masalah yang perlu kami perbaiki karena ini adalah masalah yang berulang kali terjadi."

"Kaliper remnya tidak cukup kuat dan terus saja patah," tandas pemenang balapan GP ini mengeluhkan.

Salah satu balapan yang juga diwarnai insiden seperti ini sempat terjadi di Jerez pada MotoGP Spanyol 2026.

Namun bedanya, kala itu pembalap yang pernah membela tim Ducati ini masih bisa menahannya hingga melintasi garis finis.

"Selalu sulit," jelas Miller.

"Waktu remnya blong di Jerez, saya berhasil karena remnya sangat kuat di titik-titik pengereman keras tetapi di tikungan lain di sana saya tak terlalu membutuhkannya."

"Sedangkan di sini, Tikungan 15, 6, dan 7 rasanya benar-benar mimpi buruk."

"Lintasan yang cepat dan menakutkan di mana Anda menggunakan rem belakang jauh lebih banyak daripada rem depan karena Anda berbelok dengan ban depan."

"Zona pengereman keras memang seperti itu. Anda tidak bisa mengerem selambat mungkin," papar pembalap yang naik kelas cepat dari Moto3 ke MotoGP ini.

"Tapi tikungan-tikungan itu berbahaya, dan saya masuk terlalu dalam di Tikungan 6, menekan bagian depan motor sampai memantul hanya untuk mengurangi kecepatan."

"Saya sampai berpikir, 'Sial, saya tidak bisa melakukan ini', jadi saya memilih untuk menepi."

"Biasanya saya tidak akan melakukannya, tetapi situasinya sudah mulai tidak aman," ucap Miller yang hanya bisa pasrah.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.