TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja.
Oleh sebab itu, pendampingan pelaku UMKM diperlukan agar usahanya tetap berjalan dan besar, yang akhirnya optimal menggerakan ekonomi nasional.
Salah satunya dilakukan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) program Rumah BUMN (RB) Rembang di Jawa Tengah, telah mendampingi 580 UMKM berkembang dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp6,9 miliar serta menyerap lebih dari 2.100 tenaga kerja lokal.
Baca juga: Menuju 5 Abad Jakarta: Strategi Pramono Anung Sulap Jantung Kota Lewat UMKM dan Infrastruktur Modern
Melalui pendampingan terintegrasi, RB Rembang membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, hingga memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Corporate Secretary SMGR, Vita Mahreyni mengatakan, pengembangan UMKM merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Perseroan terus menghadirkan program pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh lebih kompetitif, memiliki daya saing lebih kuat, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Vita dikutip Minggu (28/6/2026).
Hingga 2025, RB Rembang telah menyelenggarakan 203 program pelatihan yang mencakup pengembangan kualitas produk, standardisasi, digitalisasi usaha, penguatan branding, hingga strategi pemasaran.
Pendampingan dilakukan secara komprehensif untuk membantu UMKM menjawab tantangan pasar sekaligus membuka peluang penetrasi ke pasar yang lebih luas.
Salah satu pelaku UMKM binaan yang merasakan dampak program tersebut adalah Bella Ayu Paramitha, pemilik Batik Sekar Mulyo asal Rembang.
Berkat pendampingan RB Rembang, usahanya kini berkembang dengan omzet mencapai sekitar Rp100 juta per bulan serta mampu menyerap puluhan tenaga kerja dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.
Rumah BUMN Rembang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi juga menjadi ekosistem bisnis yang mengintegrasikan pembinaan usaha, jejaring kolaborasi, hingga akses pemasaran berbasis digital.
Ke depan, perseroan akan terus memperluas dampak program melalui pengembangan kapasitas UMKM, peningkatan daya saing produk lokal, serta pembukaan akses pasar nasional hingga global bagi para pelaku usaha binaan.