TRIBUNTRENDS.COM - Suasana duka dan haru menyelimuti rumah almarhumah dr. Elizabeth Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, saat Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Kebo Delasalle, datang melayat pada Sabtu (27/6/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten TTU itu disambut isak tangis keluarga yang masih terpukul atas kepergian dr. Icha.
Momen mengharukan terjadi ketika ayah almarhumah, Gabriel Pakaenoni, tak kuasa menahan kesedihannya hingga bersujud dan memeluk sang bupati.
Dengan suara bergetar, ia memohon keadilan atas meninggalnya putrinya serta berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan yang menimpa keluarganya.
Tangis Gabriel pun pecah di hadapan para pelayat yang hadir di rumah duka. Duka mendalam atas kepergian dr. Icha juga memicu gelombang empati dari berbagai kalangan.
Sejumlah tenaga kesehatan dan aktivis mahasiswa di Kabupaten TTU menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan seribu lilin di depan Kantor DPRD TTU pada Sabtu malam.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk belasungkawa sekaligus dukungan agar kasus yang menimpa dr. Icha mendapat perhatian serius.
Peristiwa ini pun menyita perhatian publik dan memunculkan desakan agar proses penanganan kasus dilakukan secara transparan dan berkeadilan.
Baca juga: Surat Wasiat dr. Icha RSU Leona, Wafat Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD TTU, Ortu Buka Suara
"Kenapa kalian banyak-banyak datang ke sini, Bapak Bupati, saya mohon ampun," ucap Gabriel sambil bersujud dan memeluk Bupati TTU.
Masih dalam tangis, Sang ayah kembali menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan yang menimpa putrinya.
Baca juga: Dokter Icha Ditemukan Tewas di Rumah di NTT, Diduga Akhiri Hidup, Dugaan Intimidasi Anggota DPRD TTU
"Ini Pak Bupati punya anak," katanya sambil menangis dan memeluk sang Bupati.
Ia juga memohon kepada Bupati agar membantu mengungkap kebenaran atas peristiwa yang menimpa dr. Icha.
Peristiwa mengharukan tersebut membuat suasana rumah duka dipenuhi isak tangis keluarga dan para pelayat yang turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Sebelumnya, dr. Icha diduga mengalami tekanan psikologis akibat intimidasi yang disebut melibatkan tiga anggota DPRD TTU.
Baca juga: Surat Wasiat dr. Icha RSU Leona, Wafat Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD TTU, Ortu Buka Suara
Kasus kematian dr. Icha Pakaenoni di Kupang mematik empati dari rekan-rekan tenaga kesehatan (Nakes) dan aktivis mahasiswa di Kabupaten TTU menggelar aksi 1000 lilin di depan Kantor DPRD TTU, Provinsi NTT, Sabtu, 27 Juni 2026 malam.
Aktivis mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini yakni; Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu, LMND Kabupaten TTU, Gerakan Mahasiswa Malaka (GEMMA) Kefamenanu.
Mereka menggelar aksi 1000 di depan Kantor DPRD TTU sekira pukul 18. 30 WITA hingga 20.30 WITA. Aksi ini melibatkan ratusan mahasiswa dan Nakes.
Pantauan POS-KUPANG.COM, mahasiswa dan Nakes membakar lilin sambil berdoa di lokasi tersebut. Aparat kepolisian Polres TTU tampak mengawal aksi ini.
Mereka juga mengatur arus lalu lintas di bundaran kilometer 9 itu. Aksi 1000 lilin ini berlangsung dengan suasana haru.
Beberapa orang rekan Dokter Icha terlihat meneteskan air mata ketika mendaraskan doa. Aksi 1000 lilin ini berjalan aman dan damai.
(TribunTrends/Pos-Kupang.com) (Pos-Kupang.com)