TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Pemerintah Kabupaten Buleleng membuka sayembara untuk nama Titik Nol Kota Singaraja. Sayembara ini berhadiah Rp5 juta untuk satu orang pemenang.
Sayembara pemberian nama ini telah dipublikasikan melalui akun facebook resmi Pemkab Buleleng dan akun Protokol dan Komunikasi Pimpinan Buleleng pada Minggu (28/6/2026).
Sayembara berlangsung selama sebulan. Sedangkan pemenangnya akan diumumkan pada Rabu (29/7/2026).
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan penamaan kawasan Titik Nol Kota Singaraja tidak diputuskan secara sepihak oleh pemerintah.
Baca juga: Kisah Komang Febri di Buleleng Bali, Hampir Putus Sekolah karena Orang Tua Sakit dan Tak Ada Biaya
Sebaliknya, masyarakat diberikan ruang untuk mengusulkan nama yang dinilai paling sesuai dengan sejarah dan karakter Kota Singaraja.
Sayembara tersebut hanya dibuka bagi masyarakat umum yang ber-KTP Buleleng.
Pegawai di lingkungan Pemkab Buleleng tidak diperkenankan mengikuti lomba tersebut.
"Setiap peserta diperbolehkan mengirim lebih dari satu usulan nama, dengan syarat menyertakan filosofi atau makna dari nama yang diusulkan," kata dia.
Baca juga: 129 Desa di Buleleng Dapat Pendampingan Hukum dari Kejari, Cegah Penyimpangan Dana Desa
Menurut Sutjidra, usulan nama nantinya akan dikaji oleh tim penilai yang melibatkan Asisten I Setda Buleleng, Dinas Pendidikan, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), hingga ahli sejarah.
Hal itu dilakukan agar nama yang dipilih benar-benar mencerminkan sejarah serta identitas kawasan Titik Nol Kota Singaraja.
"Nama yang terpilih selanjutnya akan memiliki dasar hukum, minimal melalui Peraturan Bupati," ucapnya.
Dalam sayembara ini, peserta diperbolehkan mengusulkan nama menggunakan Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris maupun Sanskerta.
Baca juga: Perkelahian Remaja Putri di Buleleng Bali Berakhir Damai di Kantor Polisi, Orang Tua Minta Maaf
Pemenang akan memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta dan diumumkan bersamaan dengan peresmian kawasan Titik Nol Kota Singaraja pada 29 Juli 2026.
Sutjidra berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam memberikan nama akan menumbuhkan rasa memiliki sehingga kawasan tersebut dapat dijaga bersama.
"Saya ingin masyarakat Buleleng turut berpartisipasi. Ini milik rakyat Buleleng juga. Kalau masyarakat diajak, mereka juga akan ikut menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan itu," pungkasnya. (*)