Niat Sholat Jamak Takhir Maghrib ke Isya Lengkap Tata Caranya
Dedy Qurniawan June 28, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM - Berikut ini bacaan niat sholat jamak Takhir Maghrib ke Isya lengkap dengan tata caranya.

Sholat Maghrib dan Isya adalah dua dari 4 sholat fardhu yang bisa dijamak.

Adapun maksud sholat jamak adalah mengumpulkan dua shalat fardlu yang dikerjakan dalam satu waktu dan dikerjakan secara berturut-turut.

Sholat jamak terdiri dari dua macam.

Pertama, sholat jamak takdim.

Sholat ini dikerjakan dengan cara mengumpulkan dua sholat fardhu untuk dikerjakan bersama-sama pada waktu sholat yang pertama.

Adapun, sholat jamak yang kedua adalah Jamak Takhir.

Sholat ini dikerjakan dengan cara mengumpulkan dua shalat fardlu untuk dikerjakan secara bersama-sama pada waktu shalat yang kedua.

Misalnya, dzuhur dengan ‘ashar dilaksanakan pada waktu 'ashar, atau maghrib dengan ‘isya dilaksanakan pada waktu ‘Isya. 

Nah, sholat Isya bisa dijamak berpasangan dengan sholat Maghrib 

Lalu bagaimana caranya sholat maghrib jamak takhir dengan Isya?

Tata Cara Sholat Maghrib Jamak Takhir dengan Isya

Misalnya, seseorang dalam perjalanan jauh ingin menjamak sholat Maghrib dengan Isya, maka yang harus ia lakukan adalah:

1) Ketika datang waktu sholat pertama, yaitu maghrib,  lakukan niat dalam hati bahwa ia akan mengakhirkan sholat Maghrib ke waktu sholat Isya.

2) Ketika datang waktu sholat isya, kerjakan sholat mana saja yang ingin didahulukan (maghrib atau Isya ). Misalnya, yang didahulukan Maghrib

3) Setelah selesai shalat yang paling pertama selesai (Maghrib), lanjutkan dengan sholat Isya tanpa diselingi oleh kegiatan lain.

Niat Sholat Maghrib Jamak Takhir dengan Isya

Kemudian bagaimana niatnya?

Secara umum, niat sholat maghrib jamak takhir dan Isya adalah ushollii fardhol maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i  Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Sholat maghrib jamak takhir dilakukan bersamaan dengan sholat Isya.

Ada dua cara melakukannya.

Pertama, anda bisa melaksanakan sholat Maghrib jamak takhir dulu, baru kemudian Isya.

Ataupun sebaliknya.

Anda bisa lakukan sholat maghrib jamak takhir terlebih dahulu sebanyak 3 rakaat sambil baca niat shalat jamak berikut:

أصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا بالعشاء جمع تأخيرالله تعالى

Latinnya : Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i  Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya : "Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ takhir, fardu karena Allah Ta’aala."

Jika sudah, baca niat berikut dan lakukan sholat isya jamak takhir 4 rakaat.

اُصَلّى فَرْضَالْعِشَاءِركعات مجموعا بالعشاء جمع تأخيرالله تعالىصَلّى

Latinnya: Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al magribi Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: "Aku sengaja sholat fardu isya' 4 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ takhir, fardu karena Allah Ta’aala."

Hukum Sholat Jamak

Sholat jamak merupakan salah satu kemudahan atau keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah Swt kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Dalam hadits riwayat ibnu Umar dikatakan:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ أَنْ تَزِيْغَ الشَّمْسُ أَخَرَّ الظُّهْرَ إِلَى وَقْتِ الْعَصْرِ، ثُمَّ نَزَلَ يَجْمَعُ بَيْنَهُمَا فَإِنْ زَاغَتِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَكِبَ (رواه البخارى)

“Dari Anas ra, ia berkata, “Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat zhuhur ke waktu ‘ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak shalat keduanya. Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau shalat Zhuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan.” (HR. Bukhari)

Ya, sholat jamak merupakan suatu kemudahan bagi umat Islam yang ingin menjalankan sholat namun memiliki halangan terentu yang memenuhi syarat.

Misalnya, sedang melakukan perjalanan panjang.

Hanya saja, perlu diingat tak semua sholat fardhu yang bisa dijamak.

Sholat fardhu yang bisa dijamak adalah sholat dzuhur dan ashar, serta sholat maghrib dan isya.

Adapun sholat shubuh tidak boleh dijamak dengan sholat lainnya atau tetap dilaksanakan pada waktunya sendiri, walaupun dalam kendaraan.

Demikian pula shalat ‘ashar tidak boleh dijamak dengan ‘isya ataupun maghrib.

Menjamak sholat hukumnya mubah.

Syarat Sholat Jamak

Diperbolehkan menjamak sholat bagi orang-orang yang memenuhi syarat-syarat sebagai berkut:

- Pertama, musafir atau dalam perjalanan, dengan jarak minimal 81 km (menurut kesepakatan sebagian besar ulama).

- Kedua, bukan dalam perjalanan maksiat. Ketiga, dalam keadaan ketakutan, seperti sakit, hujan lebat, angin topan atau bencana alam lainnya.

- Syarat ketiga berlaku bagi orang yang senang melaksanakan shalat berjama’ah di masjid

(bangkapos.com/*/kemenag)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.