Setelah Gaza, Lebanon, dan Iran, Yaman Kini Target Utama Israel: Pemimpin Houthi Masuk Daftar Target
Hasiolan Eko P Gultom June 28, 2026 07:21 PM

Setelah Gaza, Lebanon, dan Iran, Yaman Kini Target Utama Israel: Pemimpin Houthi Masuk Daftar Target

TRIBUNNEWS.COM - Lembaga keamanan Israel dilaporkan meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan dimulainya kembali operasi militer di Yaman.

Sejumlah media Israel menyebut langkah tersebut menandai meningkatnya perhatian Tel Aviv terhadap ancaman dari kelompok Houthi, yang kini dinilai menjadi target utama setelah Gaza, Lebanon, dan Iran.

Baca juga: Demi Iran, Houthi Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Terancam Kacau

Menurut laporan Channel 14 Israel, militer Israel (IDF) telah memperbarui rencana operasional untuk melancarkan serangan ke wilayah Yaman.

Rencana tersebut disebut siap dijalankan segera setelah memperoleh persetujuan dari pemerintah.

MILISI HOUTHI - Anggota milisi gerakan Houthi Yaman berparade menggunakan kendaraan bak terbuka. Petempur kelompok ini dilaporkan berekspansi ke Afrika guna memperluas Blokade Laut Merah dan meningkatkan serangan ke Israel.
MILISI HOUTHI - Anggota milisi gerakan Houthi Yaman berparade menggunakan kendaraan bak terbuka. Petempur kelompok ini dilaporkan berekspansi ke Afrika guna memperluas Blokade Laut Merah dan meningkatkan serangan ke Israel. (RNTV/TangkapLayar)

Proksi Utama Iran

Selain memperbarui skenario operasi, aparat keamanan Israel juga dikabarkan menyesuaikan mekanisme respons terhadap ancaman dari selatan.

Dalam penilaian mereka, Houthi kini dipandang sebagai bagian dari jaringan kelompok yang bersekutu dengan Iran dan memiliki kemampuan menyerang wilayah Israel menggunakan rudal maupun drone.

Pernyataan itu mengemuka setelah Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz menegaskan bahwa konflik dengan Houthi "belum berakhir".

Dalam wawancara dengan Channel 14, Katz menyatakan kelompok Houthi akan "membayar harga" atas setiap serangan yang dilancarkan terhadap Israel.

Ia juga mengisyaratkan kemungkinan menargetkan pimpinan kelompok tersebut apabila operasi militer kembali digelar.

Laporan media lain Israel, i24 News, menyebut Yaman kini tidak lagi dipandang sebagai medan konflik sekunder.

Militer Israel disebut tengah memperbarui daftar sasaran yang meliputi pelabuhan Hodeidah dan Ras Issa, instalasi militer, infrastruktur logistik, hingga kemungkinan target terhadap tokoh-tokoh penting Houthi.

Menurut laporan tersebut, sasaran utama operasi adalah mengurangi kemampuan Houthi meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke arah Israel sekaligus memperkuat efek pencegahan.

Ketegangan kembali meningkat setelah awal bulan ini Houthi meluncurkan rudal dari Yaman ke arah Israel di tengah memanasnya situasi regional.

Militer Israel menyatakan rudal tersebut berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.

IRAN DAN HOUTHI - Pengikut Houthi ikut serta dalam parade untuk memperingati genap 10 tahun pengambilalihan ibu kota Sanaa oleh kelompok tersebut di Al Sabeen Square, Sanaa, Yaman, pada 21 September 2024. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
IRAN DAN HOUTHI - Pengikut Houthi ikut serta dalam parade untuk memperingati genap 10 tahun pengambilalihan ibu kota Sanaa oleh kelompok tersebut di Al Sabeen Square, Sanaa, Yaman, pada 21 September 2024. (Xinhua/Mohammed Mohammed) (Xinhua/Mohammed Mohammed)

Respons Balasan Houthi 

Di sisi lain, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim kelompoknya menargetkan lokasi yang disebut sebagai sasaran sensitif di kawasan Jaffa.

Ia menegaskan Houthi akan terus meningkatkan serangan apabila Israel melancarkan operasi militer terhadap mereka.

Media Israel juga menyoroti kebijakan Houthi yang menyatakan seluruh kapal yang memiliki keterkaitan dengan Israel di Laut Merah sebagai target militer.

Kelompok itu sebelumnya mengumumkan larangan pelayaran bagi kapal-kapal Israel di jalur tersebut dan mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan rudal serta drone dalam beberapa bulan terakhir.

Penilaian terbaru lembaga keamanan Israel menunjukkan bahwa Yaman kini dipandang sebagai kemungkinan arena berikutnya dalam konfrontasi regional yang melibatkan kelompok-kelompok sekutu Iran.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah Israel untuk memulai operasi militer baru di Yaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.