TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Lima rumah di Kota Manado, Sulawesi Utara hangus terbakar, Minggu (28/6/2026) pagi.
Kebakaran terjadi di dua lokasi, di Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting pada pukul 04.00 Wita.
Dua jam kemudian terjadi kebakaran di Sarapung, Kelurahan Wenang Utara, lingkungan 5, Kecamatan Wenang, pukul 06.00 Wita.
Baca juga: Kisah Tragis Abdul Patamani, Korban Kebakaran di Maasing Manado: Sempat Keluar Lalu Masuk Lagi
Kadis Damkar Manado Charles Rotinsulu menuturkan, pihaknya menerjunkan sejumlah armada untuk memadamkan api
di dua lokasi tersebut.
"Terdapat lima rumah terbakar dan satu korban jiwa," katanya.
Kebakaran di Maasing
Kejadian pertama terjadi di Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting, Minggu (28/6/2026) pukul 04.00 Wita.
Tiga rumah terbakar yakni milik keluarga Jusuf Otta, Mengko Mongula, dan Cie Mey.
Seorang warga bernama Abdul Patamani (21) meninggal dunia.
Fatma (69) warga lainnya alami luka-luka.
Ada kisah penyelamatan dramatis seorang lansia bernama Fatma.
Cerita Ahmad, Ketua Lingkungan 4, Fatma yang berumur 69 tahun, selamat setelah nyebur di bak air.
"Dia selamat setelah nyebur di sana," kata dia.
Ungkap dia, tubuh Fatma terbilang kecil dan renta.
Sementara bak itu cukup besar.
Secara teori, ia bisa saja kelelep.
"Namun Fatma selamat dengan bertahan di air dan menyiram nyiram air pada tubuhnya," katanya.
Dikatakannya, Fatma mengalami sedikit luka bakar.
Ia kini dirawat di RS Pancaran Kasih.
"Keadaannya baik baik saja," katanya.
Kebakaran kembali terjadi di kota Manado, provinsi Sulut.
Sebanyak dua rumah di Kelurahan Maasing, Lingkungan 4, Kecamatan Tuminting, kota Manado, provinsi Sulut, dilalap si jago merah, Minggu (28/6/2026) sekira pukul 04.00 Wita
Seorang pemuda bernama Abdul (22) meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Korban lainnya adalah Fatma.
Ia berhasil selamat meski alami luka bakar di beberapa bagian tubuh.
Tribunmanado.com sambangi lokasi tersebut, Minggu sekira pukul 08.00 Wita.
Suasana ramai.
Warga memenuhi lorong depan dua rumah yang terbakar.
Bau angus masih tercium.
Hawa panas masih menyengat kulit.
Air dari pemadam masih menggenangi beberapa titik aspal yang melapisi jalan.
Rumah yang terbakar tampak porak poranda.
Garis polisi terpasang depan pagar.
Seorang anggota keluarga tampak berada depan rumah pertama yang kebakaran.
Tampak ia menelepon seseorang nun di sana.
Ekspresinya sedih. Matanya basah.
Ahmad, ketua lingkungan 4 mengatakan, kebakaran terjadi pada Minggu
sekira 04.00 Wita.
Ia menyebutkan korban yang meninggal adalah kerabat pemilik rumah.
Dia pemuda yang sehari harinya jadi sopir angkot.
"Dia dibawa ke RS Bhayangkara," katanya.
Sementara lansia yang alami luka bakar jalani perawatan di RS Pancaran Kasih.
Kebakaran di Sarapung
Dua rumah dilalap si jago merah yakni milik keluarga Tulangouw Pangau dan Pontoh Anastasia.
Kebakaran terjadi pukul 06.00 Wita.
Berty Tulangouw pensiunan guru, sedang tidur ketika kebakaran hebat melanda rumah dinas yang dia tempati, di Komplek SDN 05, Jalan Kartini, Sarapung, Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (28/6/2026).
Pagi sekitar pukul 06.00 Wita itu, tetangga membangunkannya. Begitu bangun, ia menyadari api sudah sangat besar.
Dirinya pun langsung keluar menyelamatkan diri.
"Saya lihat api sudah sangat besar," ujar dia kepada Tribun Manado di lokasi kejadian, Minggu sore sekitar pukul 15.00 Wita.
Saat ditemui Berty nampak lesu. Sudah puluhan tahun ia tinggal di Rumah Dinas itu. Sejak kecil hingga dirinya pensiun.
"Dari kecil, sampai saya dewasa mengajar di sekolah ini, dan sampai pensiun, tinggal di rumah dinas ini," ujar dia.
Kini api menghancurkan semuanya. Tak ada yang tersisa. Semua ludes terbakar. Harta benda hingga dokumen dan surat-surat penting ikut musnah di lahap api.
"Saya keluar menyelamatkan diri tinggal baju di badan. Semuanya ludes terbakar. Dokumen, surat-surat, harta benda habis semua, tak ada yang tersisa," terang dia.
Dirinya sempat berupaya memadaman api secara mandiri namun usahanya sia-sia, kobaran api terlampau besar.
"Nanti pemadam kebakaran datang baru padam apinya," ujar dia.
Diketahui, total ada du rumah dinas yang terbakar. Yakni yang ditempati keluarga Tulangouw Pangau dan Pontoh Anastasia.
Kebakaran terjadi pukul 06.00 Wita.
Kadis Damkar Manado Charles Rotinsulu menuturkan, kebakaran terjadi di dua lokasi. Total lima rumah terbakar. Tiga di Maasing dan dua rumah di Sarapung.
Pihaknya menerjunkan sejumlah armada untuk memadamkan api di dua lokasi
"Terdapat lima rumah terbakar dan satu korban jiwa," katanya. (ART/RIZ)