SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Olahraga ekstrem yang memacu adrenalin kini mulai populer di kalangan pemuda.
Di antaranya rope jump di Jembatan Tegaron, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Rope jump merupakan olahraga dengan cara melompat dari ketinggian menggunakan tali.
Wisata ini baru beroperasi mulai akhir Februari 2026 yang dikelola oleh Extreme Sports Center.
Meskipun baru dibuka, rupanya banyak wisatawan yang penasaran dengan olahraga ini.
Seperti Minggu (28/6/2026) pagi, sejumlah wisatawan tampak bergantian untuk melompat dari atas jembatan.
Di antaranya Savira, sosok berusia 24 tahun asal Surabaya itu tak ingin ketinggalan untuk mencoba rope jump.
Sebelum melompat, pemandu terlebih dahulu memasang tali panjang yang diikatkan ke badan pengunjung.
Baca juga: Wisata Ekstrem Batu Rafting di Kota Batu, Rasakan Sensasi Petualangan bak Lintasi Hutan Belantara
Tak sekadar lompat, wisatawan juga diberi kesempatan untuk mengabadikan momen melalui video dari ponsel pribadi.
Wisatawan bisa berjoget dengan backsound, kemudian Fandi membantu merekamnya.
Kurang lebih satu menit untuk berjoget, Savira kemudian menjatuhkan badannya ke arah depan.
Usai menjatuhkan badan, tubuh Savira berayun ke bawah jembatan.
Sementara, petugas lain mendokumentasikan aktivitas Savira. Di sisi lain, ada petugas di bawah yang akan membantu melepas Savira.
Setelah mencoba olahraga ini, Savira mengaku aktivitas ini cukup menantang adrenalin dibandingkan canyoneering. Bahkan ia cukup ketagihan untuk mencoba lagi di lain waktu.
"Dari awal sampai akhir rasanya geter banget, tapi seru."
"Ternyata lebih menantang ini daripada canyoneering karena kita jatuh ke bawah," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM.
Baca juga: Metamorfosis Peternakan Sapi Perah Jadi Destinasi Wisata Edukasi di Kepanjen Kabupaten Malang
Perempuan berambut panjang itu mengetahui wisata ini dari aplikasi TikTok.
Ia penasaran, kemudian hari ini mencoba wisata tersebut bersama dengan teman-temannya dari Surabaya.
Sementara itu, Fandi, guide dari Extreme Sports Center mengatakan jika wisata ini mulai berjalan sejak akhir Februari 2026.
Dipilihnya Jembatan Tegaron sebagai lokasi karena kondisinya sudah sesuai kriteria untuk rope jump.
"Kami sudah survei sejak 2025 termasuk percobaan."
"Jembatan ini kondisinya memungkinkan untuk rope jump karena di bawahnya nggak banyak pepohonan yang mengganggu loncatan."
"Kemudian tingginya kisaran 40 meter," imbuhnya.
Fandi mengaku olahraga ini mulai ramai diminati banyak wisatawan.
Selain wisatan lokal dari Malang, Surabaya, Solo, hingga Pasuruan, wisatawannya juga berasal dari mancanegara, seperti Afganistan dan Thailand.
Untuk menikmati olahraga ekstrem ini, harga dibanderol mulai dari Rp 325 ribu per orang sudah termasuk makan, dokumentasi video dan foto.
Tidak ada syarat khusus untuk mencoba wisata ini. Bahkan yang belum berpengalaman pun bisa merasakan sensasinya.
"Nggak ada persyaratan khusus, mungkin hanya di berat badan ya tapi di bobot 80 kilogram ini masih bisa," sambungnya.
Fandi memastikan untuk pengaman termasuk tali yang digunakan bisa dipastikan aman. Sebab, pihaknya telah menggunakan peralatan sesuai standarnya.
Selain itu, pengunjung juga akan dipandu oleh petugas yang berpengalaman. Setiap pemandu sudah dibekali oleh pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Kami keamanannya sudah terjamin sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Tentunya hal-hal yang tidak diinginkan tetap kami antisipasi dan setiap saat kami lakukan evaluasi," pungkasnya.
Baca juga: Aturan Baru Jeep Wisata Bromo Segera Terbit, Rest Area Penyelamat Rem Blong di Sukapura Resmi Dibuka