Impor Maluku 217,24 US Juta Dolar, Tiongkok Pemasok Non Migas
Mesya Marasabessy June 28, 2026 07:49 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Maluku selama Januari hingga April 2026 mencapai US$ 217,24 juta, meningkat 86,00 persen dibanding periode yang sama 2025 yang sebesar US$ 116,80 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Maritje Pattiwaellapia, mengatakan lonjakan impor tersebut didorong dari sektor nonmigas yang mencapai 5.522,02 persen dengan peran sebesar 17,46 persen.

Sementara itu, impor sektor migas juga meningkat sebesar 54,41 persen dengan peran sebesar 82,54 persen terhadap total impor Januari-April 2026.

Untuk nilai impor April 2026, sebagian besar hasilnya berasal dari kelompok negara Asia, terutama Singapura sebesar US$ 39,06 juta, Malaysia
sebesar US$ 27,65 juta, dan Tiongkok sebesar US$ 0,76 juta. 

Baca juga: JMP Ambon Membiru Usai Argentina Taklukkan Yordania Dengan Skor 3:1, Ditutup Gol Lionel Messi

Baca juga: Jalan Utama Masohi Berubah Biru Putih, Pendukung Argentina Turun ke Jalan Pawai Akbar

Secara tahunan, impor Maluku meningkat sebesar 123,07 persen, antara lain disebabkan oleh bertambahnya nilai impor ke Maluku, khususnya dari negara-negara pemasok utama. 

Impor dari Tiongkok seluruhnya berasal dari sektor nonmigas, sedangkan impor dari negara ASEAN didominasi sektor migas.

Secara kumulatif Januari–April 2026, total impor Maluku dari US$ 116,80 juta menjadi US$ 217,24 juta atau meningkat sebesar 86,00 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Singapura memberi andil sebesar 52,05 persen, Malaysia 30,49 persen, Finlandia
16,78 persen dan Tiongkok sebesar 0,68 persen. 

Adapun peningkatan kumulatif terbesar terjadi pada impor yang berasal dari Malaysia sebesar 230,60 persen atau US$ 66,24 juta dan Tiongkok sebesar 118,74 persen atau senilai US$ 1,48 juta.

Dari keseluruhan total impor Maluku periode Januari–April 2026 sebesar US$ 217,24 juta, 99,32 persen bongkar barang melalui Pelabuhan Yos Sudarso (Ambon) dan 0,68 persen melalui Pelabuhan Wahai (Maluku Tengah). 

Berdasarkan pelabuhan bongkar, hampir seluruh impor masih terpusat di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dengan nilai kumulatif US$ 215,77 juta.

Kinerja pelabuhan ini juga menunjukkan peningkatan 85,81 persen dibandingkan Januari–April 2025, menegaskan perannya sebagai pintu utama masuknya barang impor ke Maluku.

Sementara itu, Bongkar barang melalui Pelabuhan Wahai sebesar US$ 1,48 juta atau naik 118,74 persen pada Januari-April 2026.

Pada April 2026, nilai impor Maluku tercatat sebesar US$ 67,47 juta yang masuk melalui Pelabuhan Yos Sudarso sebesar US$ 66,71 juta dan Pelabuhan Wahai sebesar US$ 0,76 juta.

Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas impor masih didominasi oleh Pelabuhan Yos Sudarso.

Pada periode Januari–April 2026, volume impor Maluku tercatat sebesar 196,32 ribu ton, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun 2025 atau naik sebesar 15,78 persen.

Struktur volume impor masih sangat didominasi oleh sektor migas dengan kontribusi sebesar 99,23 persen dan sisanya kontribusi dari sektor nonmigas sebesar 0,77 persen.

Pada April 2026, total volume impor tercatat 57,20 ribu ton, lebih tinggi dibandingkan April 2025 dengan volume sebesar 45,47 ribu ton sehingga secara tahunan tumbuh 25,80 persen.

Secara umum, perkembangan volume impor Maluku pada awal tahun 2026 menunjukkan kondisi yang cenderung stabil, dengan dominasi sektor migas yang masih sangat kuat dalam struktur impor provinsi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.