Apa Itu KRS, KHS, dan SKS ? Ini Penjelasan Untuk Mahasiswa Baru
Joko Widiyarso June 28, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Masa perpindah saat menjadi siswa menuju menjadi mahasiswa adalah masa yang sangat membingungkan.

Banyak hal yang harus dikenali, dipelajari dan juga dimengerti soal lingkungan kampus yang tidak pernah siswa rasakan saat sekolah.

Seringkali banyak mahasiswa baru bingung untuk bertanya ke siapa karena masih belum mengenal teman yang cukup dekat untuk ditanya perihal istilah baru selama di kampus.

Beberapa contoh istilah di dunia perkuliahan yang sering dipertanyakan oleh mahasiswa baru adalah apa itu KRS? apa itu KHS? dan bagaimana cara mengetahui itu semua?.

Terkadang ada beberapa kampus yang melakukan sosialisasi mengenai dunia kampus, namun tidak semua kampus memberikan sosialisasi ini.

Namun sekarang tidak perlu khawatir, Anda bisa tahu lebih awal dibanding teman-teman Anda melalui tulisan ini.

Inilah penjelasan mengenai KRS, KHS, dan SKS yang sering dibingungkan oleh mahasiswa baru.

APA ITU KRS?

Kartu Rencana Studi atau biasa disebut KRS lembar dokumen yang berisikan rencana studi mahasiswa selama satu semester.

Rencana yang dimaksud disini bukan rencana yang disiapkan masing-masing oleh mahasiswa, tetapi rencana yang sesuai dengan kurikulum jurusan atau kampus yang Anda tempati.

Selain itu, KRS juga menjadi salah satu bukti bahwa Anda menjadi mahasiswa aktif pada semester tersebut, maksudnya adalah Anda tidak dinyatakan cuti atau keluar dari kampus, jadi selama semester tersebut Anda sudah mempunyai KRS, dokumen tersebut bisa menjadi bukti keaktifan Anda sebagai mahasiswa di kampus tersebut.

Apa Saja Isi dari KRS?

Isi dari dokumen KRS ini ada mata kuliah selama satu semester, dosen pengampu mata kuliah, waktu pelaksanaan kuliah, ruang pelaksanaan mata kuliah dan juga kode mata kuliah yang diambil.

Bagaimana Cara Mendapatkan KRS?

Bagi Anda mahasiswa baru tidak perlu khawatir mengenai pengisian KRS, karena biasanya KRS sudah terjadwal atau dipaketkan oleh pihak kampus.

Untuk mengunduhnya Anda bisa mencari melalui laman website Sistem Akademik, biasanya KRS bisa diunduh ketika 1-2 minggu sebelum perkuliahan dimulai atau biasanya saat menjelang masa kegiatan penyambutan mahasiswa baru.

Namun, jika nanti Anda sudah memasuki semester 3 atau 4, pihak kampus tidak lagi menjadwalkan atau memaketkan KRS Anda, akan ada jadwal pengisian KRS tersendiri dimana kalian akan memilih mata kuliah, jam kuliah dan dosen sendiri, dan biasanya ini menjadi momen yang paling menegangkan karena pengisian serentak dan website kampus rawan error.

Apa itu KHS?

Jika tadi Anda sudah mengenal tentang KRS, sekarang saatnya Anda tahu apa itu KHS. Kartu Hasil Studi atau biasa mahasiswa sebut KHS ini adalah hasil dari pembelajaran mahasiswa selama satu semester.

Supaya gampang dipahami bisa dikatakan KHS ini semacam raport semester yang berisi hasil nilai mahasiswa pada semester tersebut.

Tidak kalah penting dengan KRS, fungsi dari KHS selain supaya tahu nilai Anda selama satu semester, dokumen penting ini juga untuk mengetahui Indeks Pencapaian atau biasa disebut IP dan juga untuk mengetahui Indeks Pencapaian Kumulatif atau biasa mahasiswa sebit IPK selama satu semester.

Selain sebagai bahan evaluasi, KHS juga kerap kali menjadi persyaratan utama ketika seorang mahasiswa mendaftar beasiswa atau organisasi pada semester selanjutnya.

Kapan Bisa Mendapatkan KHS?

Jika KRS tadi bisa didapat ketika menjelang awal perkuliahan, KHS ini bisa didapatkan sebaliknya, yaitu ketika akhir semester menjelang liburan semester dan setelah ujian akhir semester berlangsung.

Sama dengan KRS Anda bisa mengunduh KHS di website sistem akademik kampus diwaktu yang telah ditentukan masing-masing kampus di kalender akademik kampus.

Apa itu SKS?

SKS atau dari kepanjangan dari Satuan Kredit Semester adalah satuan untuk mengukur bobot mata kuliah.

Pasti disini mahasiswi baru masih masih bingung, mata kuliah memiliki bobot? Iyya betul, jadi nanti ketika Anda melihat KRS atau Kartu Rencana Studi Anda, yang muncul bukanlah mata kuliah berapa jam, tetapi mata kuliah berapa SKS.

Bagaimana Kita Bisa Menghitung SKS?

Sederhananya, semakin besar jumlah SKS suatu mata kuliah, semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari mata kuliah tersebut. Misalnya, mata kuliah berbobot 2 SKS tentu memiliki beban belajar yang lebih ringan dibandingkan mata kuliah 4 SKS.

Pada umumnya, 1 SKS setara dengan sekitar 50 menit kegiatan tatap muka di kelas setiap minggu. Selain itu, mahasiswa juga memiliki waktu tambahan untuk mengerjakan tugas, belajar mandiri, atau kegiatan akademik lainnya. Karena itu, mata kuliah dengan bobot 3 SKS biasanya memiliki durasi perkuliahan sekitar 150 menit atau 2,5 jam dalam satu kali pertemuan.

Berapa SKS yang Bisa Diambil?

Jumlah SKS yang dapat diambil setiap semester tidak selalu sama. Bagi mahasiswa baru, jumlah SKS biasanya sudah ditentukan oleh pihak kampus melalui paket mata kuliah, sehingga Anda tidak perlu memilih sendiri.

Memasuki semester berikutnya, jumlah SKS yang boleh diambil akan disesuaikan dengan Indeks Prestasi (IP) yang diperoleh pada semester sebelumnya. Semakin tinggi IP Anda, semakin banyak pula batas maksimal SKS yang dapat diambil pada semester berikutnya.

Sebagai gambaran, mahasiswa dengan IP tinggi umumnya diperbolehkan mengambil hingga 24 SKS dalam satu semester. Sebaliknya, mahasiswa dengan IP yang lebih rendah biasanya hanya diperbolehkan mengambil sekitar 18–20 SKS. Ketentuan ini dapat berbeda di setiap perguruan tinggi sesuai dengan peraturan akademik masing-masing.

Mengapa SKS Penting?

SKS tidak hanya menentukan jadwal kuliah Anda, tetapi juga berpengaruh pada lama masa studi. Mahasiswa yang mampu mengambil SKS maksimal dan lulus seluruh mata kuliah tepat waktu berpeluang menyelesaikan kuliah lebih cepat. Sebaliknya, jika ada mata kuliah yang harus diulang atau jumlah SKS yang diambil sedikit, masa studi bisa menjadi lebih panjang.

Oleh karena itu, saat mengisi KRS nanti, pastikan Anda memilih jumlah SKS yang sesuai dengan kemampuan agar dapat menjalani perkuliahan dengan optimal tanpa merasa kewalahan.

Mungkin bagi Anda bagi mahasiswa baru masih sedikit bingung dalam memahami hal ini, hal tersebut sangatlah wajar untuk Anda, nanti seiring berjalanya waktu Anda akan memahami sendiri istilah-istilah ini, yang terpenting jangan takut untuk bertanya secara langsung kepada teman atau kakak tingkat di kampus.


(MG ABIL PRAMUDYA) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.