Pegawai Kopdes Merah Putih Mengaku Belum Digaji Meski Sebulan Bekerja, Nominal Upah Masih Misterius
Tommy Kurniawan June 28, 2026 08:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Keluhan datang dari sejumlah pegawai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang mengaku belum menerima gaji meski telah bekerja lebih dari satu bulan.

Tak hanya jadwal pembayaran yang belum jelas, para pekerja juga mengaku hingga kini belum mengetahui besaran upah yang akan mereka terima.

Salah satu keluhan disampaikan pegawai yang bertugas di gerai Koperasi Merah Putih Kelurahan Bendo, Kota Blitar. Gerai tersebut berada di samping Markas Koramil Kepanjenkidul.

Seorang pegawai perempuan yang bertugas sebagai kasir mengatakan para pekerja masih menunggu kepastian terkait hak mereka.

"Belum tahu kapan gajian. Nilai gajinya berapa juga kami belum tahu," ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Baca juga: Blusukan Jokowi, Guntur: Tidak Akan Memberikan Dampak Besar Terhadap Kekuatan PDIP

Menurut para pegawai, persoalan tersebut sudah beberapa kali ditanyakan kepada Babinsa maupun personel yang menjadi penanggung jawab (PIC) dari PT Agrinas Pangan Nusantara di wilayah Blitar.

Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai jadwal pembayaran maupun besaran gaji yang akan diterima.

Di Tengah Keluhan Pegawai, Lima Calon Manajer Meninggal Saat Latsarmil

Keluhan para pegawai muncul ketika program Koperasi Merah Putih juga tengah menjadi sorotan akibat meninggalnya lima calon manajer yang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Kelima peserta dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pelatihan di sejumlah lokasi berbeda.

Berikut daftar peserta yang meninggal dunia:

Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal pada 17 Juni 2026 di Baturaja akibat henti jantung.

Anisa Muyassaroh, meninggal pada 18 Juni 2026 di Balikpapan akibat heat stroke.

Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal pada 23 Juni 2026 di Jakarta dengan riwayat tuberkulosis.

Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, meninggal pada 26 Juni 2026 di Jakarta.

Nola Diasari, meninggal pada 26 Juni 2026 di Singkawang, Kalimantan Barat.

Kemhan Berikan Santunan Rp50 Juta

Kementerian Pertahanan memastikan keluarga setiap peserta yang meninggal dunia menerima santunan sebagai bentuk tanggung jawab negara.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga korban.

Menurutnya, seluruh peserta sempat mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur sebelum dirujuk ke rumah sakit apabila kondisi kesehatannya memerlukan perawatan lebih lanjut.

Ketut juga menjelaskan bahwa seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti program latihan dasar militer.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah, masing-masing keluarga korban menerima santunan sebesar Rp50 juta.

"Kami memberikan santunan kepada setiap keluarga peserta yang meninggal dunia sebesar Rp50 juta. Santunan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan perhatian negara, mulai dari penanganan saat kejadian hingga proses pemakaman," ujar Ketut dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.