TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masyarakat di Desa Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, dan Desa Pinggir, Kabupaten Bengkalis, kini mulai menikmati akses air bersih yang lebih layak. Tidak hanya memperoleh fasilitas sumur air bersih, warga juga dibekali kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan jaringan distribusi air secara mandiri hingga ke rumah-rumah.
Program yang merupakan kolaborasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Community Involvement and Development (CID) bersama Dompet Dhuafa Riau ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan air bersih yang berkelanjutan. Masyarakat didorong menjadi pelaku utama dalam pengelolaan fasilitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Perwakilan Dompet Dhuafa Riau, Muhammad Zuhri menjelaskan bahwa sebelum masyarakat mulai melakukan penyambungan jaringan pipa ke rumah-rumah, PHR dan Dompet Dhuafa Riau telah menggelar Workshop Pipanisasi Air Bersih ke Rumah Tangga.
"Kunci utama dari program ini bukan sekadar membangun infrastrukturnya, tetapi bagaimana menumbuhkan rasa memiliki di tengah masyarakat. Dengan sistem swakelola, warga dibekali kemampuan untuk memasang, mengelola, hingga merawat fasilitas secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujar Muhammad Zuhri, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, workshop yang dilaksanakan 11 Juni 2026 di Desa Rantau Bais dan Desa Pinggir tersebut merupakan tindak lanjut dari pembangunan fasilitas sumur air bersih yang telah direalisasikan PHR di kedua desa pada tahun 2026. Materi yang diberikan meliputi teknik pemasangan jaringan perpipaan, pemeliharaan sarana air bersih, pembentukan kelompok pengelola, hingga penguatan sistem swakelola masyarakat.
Bendahara Desa Rantau Bais, Risqi Rahmadi, mengapresiasi program tersebut karena memberikan bekal bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan akses air bersih yang lebih mudah. Menurutnya, perangkat desa siap mendampingi warga untuk bergotong royong menyambungkan jaringan pipa ke rumah-rumah sehingga manfaat program dapat segera dirasakan.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Air Bersih Desa Pinggir, Khaidir. Ia mengatakan program ini telah mengubah cara pandang masyarakat dari sekadar menerima bantuan menjadi ikut bertanggung jawab mengelola fasilitas yang ada. Kelompok Air Bersih yang telah dibentuk juga siap mengatur distribusi air dan iuran pemeliharaan agar layanan tetap berjalan dengan baik.
Melalui kolaborasi antara PHR, Dompet Dhuafa Riau, pemerintah desa, dan masyarakat, Program Kemandirian Air Bersih diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus memperkuat kemandirian warga.
Program ini menjadi bagian dari komitmen PHR dalam menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat untuk mengelolanya secara berkelanjutan.
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)