Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sehingga dapat menyiapkan murid menghadapi era digital dengan kemampuan berpikir mendalam, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta beradaptasi cepat.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat di Jakarta pada Minggu, transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari interaksi sosial, aktivitas ekonomi, hingga tata kelola global.

Perubahan tersebut juga menghadirkan berbagai isu baru, seperti keamanan siber, perlindungan data pribadi, kejahatan lintas negara, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial yang membutuhkan pemahaman hukum, etika, serta kolaborasi lintas negara.

"Perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, serta memahami berbagai dampak dari perkembangan teknologi digital," ujarnya.

Ia menambahkan pendidikan harus mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, kemampuan bernalar kritis, dan kecakapan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Semangat tersebut, lanjutnya, menjadi landasan penguatan Pembelajaran Mendalam yang saat ini terus didorong Kemendikdasmen.

Melalui pendekatan ini, pihaknya mengajak peserta didik untuk memahami konsep secara utuh, menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi agar mampu menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks.

Atip juga mengingatkan setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum, etika, dan tanggung jawab yang perlu dipahami sejak dini.

Oleh karena itu, ia menegaskan literasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis.