Gelandang Arsenal ini mampu meniru pencapaian sang ayah, 32 tahun kemudian, ketika ia mencetak gol di perempat final Euro 2024.
Perjalanan Spanyol menuju gelar Euro 2024 dipenuhi dengan momen-momen yang tak terlupakan — mulai dari penampilan menyerang yang memukau berkat sensasi muda debutan turnamen Lamine Yamal, hingga kemenangan dramatis di menit-menit akhir yang akhirnya membawa mereka meraih gelar juara Eropa kedua.
Dan meskipun gol kemenangan Mikel Merino di babak perpanjangan waktu melawan Jerman di perempat final menjadi salah satu sorotan utama turnamen, ada kisah menarik di balik gol yang memastikan langkah La Roja ke semifinal tersebut.
Bagi Merino, momen itu merupakan urusan keluarga yang telah terjalin lebih dari tiga dekade.
Semakin jauh Euro 2024 berlangsung, Spanyol semakin menunjukkan diri sebagai tim paling menonjol di turnamen ini, memadukan kemampuan teknis dengan gaya menyerang yang mematikan. Namun, tuan rumah Jerman menjadi ujian terberat mereka di perempat final.
Dengan skor imbang setelah 119 menit yang melelahkan, pemain pengganti babak kedua, Merino, melompat paling tinggi untuk menyambut umpan silang Dani Olmo dan menanduk bola menjadi gol kemenangan di menit-menit akhir.
“Itu adalah momen terbaik dalam karier saya,” ujar Merino kepada FourFourTwo. “Itu pertandingan yang sangat berat melawan tim yang mungkin menjadi favorit saat itu, bermain di kandang mereka sendiri di Stuttgart, dengan dukungan luar biasa dari para penggemar mereka.”
“Sebelum itu, Spanyol belum pernah mengalahkan negara tuan rumah dalam turnamen besar. Bisa membantu tim di momen seperti itu, rasanya sangat istimewa.”
Ada pula makna pribadi yang mendalam, karena ayah Merino — yang juga mantan pesepak bola profesional — pernah mencetak salah satu gol terpenting dalam kariernya di stadion Stuttgart yang sama.
Gol Angel Miguel Merino membantu Osasuna meraih kemenangan 3-2 atas klub Jerman dalam ajang Piala UEFA musim 1991-92.
Ia merayakannya dengan berlari mengelilingi bendera pojok — sebuah gestur yang ditiru oleh sang anak di Euro 2024, 33 tahun kemudian.
“Itu adalah salah satu gol terpenting dalam kariernya, dan ia mencetaknya di stadion yang sama,” ujar Merino sambil tersenyum.
“Jadi bagi saya, bisa mencetak gol di tempat itu dan merayakannya dengan cara yang sama seperti yang ia lakukan, merupakan puncak karier saya sejauh ini.”
Ed McCambridge, Penulis Staf