TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Momen libur sekolah identik dengan meningkatnya aktivitas keluarga di luar rumah.
Banyak orang tua memilih sepeda motor untuk mengantar anak berwisata, bermain ke taman, atau sekadar berkeliling kota karena dinilai praktis dan mudah digunakan.
Namun, di balik kepraktisan tersebut, masih banyak pengendara yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat membonceng anak.
Kebiasaan seperti membiarkan anak tidak memakai helm yang sesuai, membawa anak saat mengantuk, hingga mengendarai motor secara agresif dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Melihat kondisi tersebut, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) melalui kampanye Cari Aman mengingatkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas selama libur sekolah.
Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sulawesi Selatan, Habib Permadi mengimbau orang tua memastikan anak telah memenuhi syarat untuk menjadi penumpang sepeda motor dan seluruh perjalanan dilakukan dengan mengutamakan keamanan.
Baca juga: 6 Tips Aman Bawa Barang Belanjaan di Sepeda Motor, Jangan Asal Angkut
Berikut 5 kesalahan yang perlu dihindari saat membonceng anak menggunakan sepeda motor agar perjalanan tetap aman dan nyaman:
1. Bawa anak yang belum siap menjadi penumpang
Anak sebaiknya sudah mampu duduk dengan stabil, dapat menjangkau pijakan kaki (footstep), serta memahami arahan sederhana selama perjalanan.
Membonceng anak yang masih terlalu kecil atau belum mampu menjaga keseimbangan dapat meningkatkan risiko terjatuh.
2. Mengabaikan perlengkapan keselamatan
Helm berstandar SNI dengan ukuran yang pas wajib digunakan anak selama perjalanan.
Selain itu, orang tua juga dianjurkan memakaikan jaket, celana panjang, dan sepatu untuk memberikan perlindungan tambahan dari cuaca maupun risiko cedera.
3. Tetap berkendara saat anak mengantuk atau kelelahan
Kondisi anak yang mengantuk membuatnya lebih sulit menjaga posisi duduk dan keseimbangan.
"Karena itu, perjalanan sebaiknya ditunda atau diselingi waktu istirahat apabila anak mulai kelelahan," kata Habib di Makassar, Minggu (28/6/2026).
4. Berkendara terlalu cepat
Akselerasi maupun pengereman secara tiba-tiba dapat membuat anak kehilangan keseimbangan.
Pengendara dianjurkan menjaga kecepatan tetap stabil.
Jangan berkendara terlalu cepat atau ugal-ugalan dan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
5. Membawa barang bawaan secara berlebihan
Barang bawaan yang terlalu banyak dapat mempersempit ruang gerak anak sekaligus mengganggu keseimbangan sepeda motor.
Jika membawa perlengkapan liburan, manfaatkan bagasi motor atau gunakan tas yang tidak menghambat pengendalian kendaraan.
Habib mengatakan keselamatan anak harus menjadi perhatian utama setiap orang tua, terutama saat mobilitas keluarga meningkat selama libur sekolah.
Melalui kampanye Cari Aman, Asmo Sulsel terus mengajak masyarakat membangun budaya berkendara yang aman.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut dan selalu mengutamakan keselamatan, momen libur sekolah bersama keluarga dapat dinikmati dengan lebih nyaman, aman, dan penuh kebahagiaan.
(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)