Sejarah PO Box Pos Indonesia, Jasamu Dikenang Mudahkan Berkirim Surat
Alfa Pratomo June 28, 2026 09:34 PM

Sejarah PO Box (Post Office Box) tak bisa dilepaskan dari sejarah kantor pos di Indonesia yang pertama kali ada pada zaman VOC. Meski teknologi persuratan sudah semakin maju, sistem ini rupanya masih dipertahankan hingga sekarang.

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com - Sejarah Indonesia mencatat, PO Box alias Post Office Box atau di Indonesia dikenal sebagai Kotak Pos atau tromol pos memiliki sejarah panjang yang sangat erat kaitannya dengan perkembangan sistem persuratan sejak zaman kolonial Hindia Belanda.

Sistem ini, awalnya, tak sekadar nomor alamat virtual seperti yang kita kenal sekarang. Lebih dari itu, ia adalah fasilitas fisik yang krusial untuk menjamin keamanan dan efisiensi surat-menyurat.

Sistem kotak surat pertama kali diperkenalkan oleh VOC pada 26 Agustus 1746. Ketika itu, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff mendirikan Kantor Pos pertama di Batavia.

Tujuan utamanya adalah untuk menjamin keamanan surat-surat penduduk. Terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan juga bagi mereka yang datang dari atau pergi ke Negeri Belanda.

Pada 1750 kantor pos kedua didirikan di Semarang untuk meresmikan rute perjalanan pos teratur antara kedua kota tersebut.

Pada 1928, VOC sudah bubar dan digantikan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda,di kantor pos di Batavia pemerintah kolonial mulai memperkenalkan konsep kotak pos pertama kali.

Pada masa itu, ada dua istilah yang berkembang. Yang pertama,Brievenbus (Kotak Surat Umum) yaitu kotak besi besar yang diletakkan di pinggir jalan atau depan kantor pos agar masyarakat bisa memasukkan surat mereka secara mandiri. Di kotak ini biasanya tertulis kata "buslighting" alias jadwal pengangkutan surat.

Yang kedua,Post Office Box atau PO Box (Kotak Sewa) yaitu kotak-kotak kecil berpintu besi dan berkunci yang dipasang di dalam lobi kantor pos. Kotak ini disewa oleh perusahaan dagang maupun individu pejabat Belanda agar surat mereka langsung masuk ke tempat aman tanpa perlu diantar ke rumah, mengingat infrastruktur jalan dan nomor rumah kala itu belum teratur.

Melihat efektivitas sistem kotak pos di Batavia, fasilitas kotak surat dan kotak sewa ini mulai disediakan untuk umum di Semarang (1850), disusul Surabaya (1864). Hingga akhirnya dibuka di seluruh cabang kantor pos besar di kota-kota pelabuhan dan distrik bisnis di Hindia Belanda.

Bentuk PO Box jadul ini sangat mirip dengan safe deposit box perbankan modern—berjejer rapi di dinding kantor pos utama. Salah satu peninggalan sejarah PO Box yang legendaris di Indonesia bisa dijumpai di Gedung Filateli Jakarta (sekarang menjadi kompleks budaya Pos Bloc) di Pasar Baru, yang dulunya merupakan Kantor Pos Pusat Batavia.

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan pos diambil alih oleh Angkatan Muda PTT (Post, Telegraph, and Telephone) pada 27 September 1945. Saat itu, Layanan PO Box diteruskan dan namanya disesuaikan menjadi Kotak Pos atau Tromol Pos.

Seiring berjalannya waktu, PO Box di Indonesia berkembangdenganfungsi yang sangat penting. Di antaranyamenjaga Privasi & Alamat Virtual. Sistem ini memungkinkan instansi atau bahkan perorangan tak perlu mempublikasikan alamat rumah dengan keamanan.

Selain itu, PO Box juga berfungsi sebagai penampungan surat massal. Generasi '80-an dan '90-an pasti sangat akrab dengan alamat PO Box karena kuis-kuis di surat kabar, lowongan pekerjaan, acara radio, hingga pengiriman perangko semuanya menggunakan alamat PO Box agar tak menumpuk di rumah.

Meskipun saat ini teknologi surat digital (e-mail) dan aplikasi perpesanan telah mendominasi, PT Pos Indonesia tetap menyediakan layanan PO Box di berbagai kantor pos besar di Indonesia karena dinilai sangat aman untuk dokumen bisnis resmi dan paket korporat.

Nah salah satu bentuk fisik PO Box yang masih tersisa selain di gedung filateli adalah di Kantor Pos Kota Depok, Jawa Barat. Intisari berkesempatan mengunjunginya beberapa hari yang lalu.

Kotak PO Box itu persisnya berada di Kantor Pos Pancoran Mas Depok.

PO Box di Kota Depok itu menunjukkan bahwa kota yang menjadi satelit Jakarta itu sudah maju sejak zaman dulu.

Ciri PO Box di Depok sama dengan PO Box di kota-kota lainnya. Yang membedakan barangkali nomor stensil hitam 1001-1048.

PO Box biasanya dipasang di dinding luar kantor pos supaya bisa diambil 24 jam. Posisinya berada di luar gedung agar penyewa tudak harus ambil di saat jam operasional kantor pos. Alias, mereka tinggal membukanya pakai kunci yang sudah mereka pegang.

Untuk sekarang, harga sewa PO Box sekitarRp300 ribu hingga Rp600 ribu per bulan. Dan karena masih dianggap sebagai aset, Pos Indonesia pun tak menghapuskannya hingga sekarang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.