Meriahnya Pentas Tari Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang, 500 Penari Unjuk Kebolehan
Januar June 28, 2026 10:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Sebuah pagelaran tari kolosal baru-baru ini diadakan di Lumajang.

Sebanyak 500 penari menunjukan tari Segoro Topeng Kaliwungu di Pantai Watu Pecak Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Lumajang bertajuk Lumajang The Land and Glory. Ini merupakan acara yang masuk kalender Karisma Event Nusantara (KEN).

Tari yang diiringi drama kolosal tersebut menceritakan perjuangan Arya Wiraraja dalam membangun kerajaan Lumajang dimasa lampau, sehingga pesan kebudayaan dalam kegiatan tersebut mudah ditangkap para pengunjung.

Baca juga: Lampion, Tari Sufi, dan Doa Awal Tahun Meriahkan Peringatan 1 Muharram 1448 H di Lamongan


Nampak, tangan dan pinggul para penari tersebut melenggak lenggok sambil memakai topeng Kaliwingu diwajahnya. Mereka berpakaian adat warna merah saat tampil di pantai Selatan Jawa Tersebut.

Selain itu, terdapat penari lain mengunakan kostum warna coklat khas bangsa Mongolia. Terlihat tarian tersebut menampilkan perjuangan pasukan Arya Wiraraja bertopeng menumpas penjajah dari luar negeri tersebut.

Pantauan di lapangan, sebagian penari juga menarik Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama pejabat lain menggunakan kain putih, untuk mengajak mereka menari bersama.

Moment tersebut membuat suasana kegiatan makin meriah, bahkan ribuan penonton yang hadir juga bertepuk tangan ketika Bupati Indah nari bersama para penari segoro topeng itu.


"Tari topeng Kaliwungu merupakan warisan budaya tak benda yang harus kami jaga kelestariannya. Itu adalah komitmen pemerintah pusat kepada kami," ujar Bupati Indah Amperawati.


Menurutnya, antusias penonton dalam kegiatan ini sangat banyak, bahkan mereka dari luar Lumajang dan mancanegara juga ikut menyaksikan pagelaran tari ini.

"Tadi juga ada turis turis dari beberapa negara. Serta dihadiri Gubernur Bali tahun 2018-2023 bersama rombongan. Karena memang setiap tahun masyarakat Bali datang di Pure Lumajang untuk ibadah setiap kali perayaan hari besar Agama Hindu," kata perempuan yang akrab disapa Indah ini.


Indah mengaku akan mengembangkan kesenian tari tradisional khas Lumajang tersebut di lembaga pendidikan, sehingga pada pagelaran kali ini juga melibatkan pelajar.

"Beberapa lembaga sekolah telah menjadikan tari Topeng Kaliwungu sebagai ekstrakulikuler. Ini penting untuk diajarkan pada anak anak kita bagimana sejarah Topeng Kaliwungu," ucap Politisi Partai Gerindra ini 


Sementara Jingga Riska Alenta, penari perempuan mengaku bangga bisa tampil di pagelaran kali ini, sebab bisa terpilih dari ribuan peserta yang ikut seleksi.

"Persiapan narinya alhamdullah memang sudah matang. Karena dari dulu saya sudah terbiasa nari memang," katanya.

Latihan untuk tampil di pagelaran kali ini butuh waktu satu bulan. Kata Jingga, sebab diperlukan kolaborasi antar penari supaya hasil seninya sempura, dan bisa membuat pengunjung terpukau.

"Latihan di stadion masih mudah. Tapi tampilnya di pantai membuat tenaga yang dikeluarkan lebih, karena di pasir geraknya susah. Beda dengan di stadion," tutur pelajar asal SMAN 2 Lumajang ini.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.