Stok Darah Menipis, PMI Kota Banda Aceh Jemput Pendonor di Car Free Day
Eddy Fitriadi June 28, 2026 10:21 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dalam upaya memenuhi kebutuhan stok darah yang terus meningkat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan donor darah di sejumlah lokasi pada Minggu (28/6/2026).

Aksi kemanusiaan tersebut dipusatkan di kawasan Car Free Day sepanjang Jalan Mohd. Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam.

Selain itu, kegiatan donor darah juga berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Tribun Utama Blang Padang, Kecamatan Baiturrahman dan Safari Subuh BBC di Masjid Al Hidayah, Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banda Aceh yang saat ini sedang mengalami penurunan.

"Setiap hari kebutuhan darah di wilayah pelayanan PMI Kota Banda Aceh berkisar antara 150 hingga 300 kantong. Darah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien di berbagai rumah sakit, seperti RSUD dr. Zainoel Abidin, RSUD Meuraxa, rumah sakit ibu dan anak, serta sejumlah klinik," ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini PMI Kota Banda Aceh melayani permintaan darah dari sekitar 28 rumah sakit dan klinik yang tersebar di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, hingga Aceh Jaya.

Menurutnya, kebutuhan terbesar berasal dari pasien thalasemia yang harus menjalani transfusi darah secara rutin.

"Persediaan darah di UDD PMI Kota Banda Aceh saat ini sedang berada pada kondisi yang sangat terbatas. Karena itu, kami mengajak masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin. Setetes darah yang didonorkan sangat berarti dan dapat menyelamatkan nyawa sesama," kata Haeqal.

Ia menambahkan, donor darah tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pasien, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan transfusi darah melalui proses skrining yang dilakukan terhadap setiap kantong darah yang masuk ke UDD PMI.

"Setiap darah yang didonorkan akan melalui serangkaian pemeriksaan terhadap penyakit yang dapat ditularkan melalui transfusi darah, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan sifilis. Di tengah meningkatnya kasus HIV di Aceh, proses skrining ini menjadi sangat penting untuk memastikan darah yang diterima pasien benar-benar aman sesuai standar pelayanan transfusi darah," jelasnya.

Baca juga: Euforia Piala Dunia 2026, Warga Banda Aceh Padati CFD untuk Nobar

Menurut Haeqal, masyarakat tidak perlu ragu untuk menjadi pendonor sukarela karena selain membantu sesama, donor darah juga memberikan manfaat bagi kesehatan pendonor.

Ia berharap semakin banyak warga yang menjadikan donor darah sebagai kebiasaan sehingga kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit dapat terus terpenuhi.

"Donor darah bukan sekadar menyumbangkan darah, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama. Satu kantong darah yang kita donorkan dapat memberikan harapan hidup bagi pasien yang sedang berjuang. Karena itu, mari kita jadikan donor darah sebagai budaya kemanusiaan di Banda Aceh," pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.