Blunder Cadangkan Son Heung-min, Presiden Korea Selatan Murka dan Sebut Penunjukkan Pelatih Berdasarkan Orang Dalam
Wila Wildayanti June 28, 2026 11:33 PM

JULIO CESAR AGUILAR / AFP
Blunder dengan cadangkan Son Heung-min (kiri) dan buat Korea Selatan gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung soroti pelatih hingga sebut penunjukkan berdasarkan orang dalam.

BOLASPORT.COM - Nasib Son Heung-min di Timnas Korea Selatan menjadi sorotan setelah Taeguk Warriors tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Kegagalan memalukan itu bahkan memicu kemarahan Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, yang secara terbuka mengkritik penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih.

Timnas Korea Selatan dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 dengan cara menyakitkan.

Kepastian ini didapatkan setelah Republik Demokratik Kongo membungkam Uzbekistan dengan skor 3-1 pada laga terakhir Grup K, Sabtu (28/6/2026).

Hasil ini menempatkan Korea Selatan di peringkat ke-10 klasemen ketiga terbaik, sedangkan hanya delapan tim terbaik saja yang dipastikan lolos ke babak 32 besar.

Untuk itu, Korea Selatan dipastikan tersingkir dari ajang empat tahunan ini dengan hanya mengoleksi tiga poin saja.

Situasi ini bahkan disebut sebagai catatan terburuk dalam sejarah pastisipasi Taeguk Warriors di ajang bergengsi ini.

Setelah kegagalan ini, sorotan tajam tertuju pada pelatih Hong Myung-bo, karena keputusannya yang mencadangkan bintang utama sekaligus kapten tim Son Heung-min dalam laga krusial melawan Afrika Selatan dianggap blunder fatal.

 

Son Heung-min selama ini dinilai sebagai salah satu nyawa permainan Korea Selatan, dan tepat saat mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut tak main di babak pertama, Taeguk Warriors dinilai tidak berdaya.

Oleh karena itu, Lee Kang-in dan kawan-kawan dipaksa mengakui keunggulan Afrika Selatan yang dinilai sebagai tim terlemah di grup seusai kalah 0-1.

Performa Korea Selatan bahkan dicibir sangat loyo, hingga seorang jurnalis KBS melontarkan pertanyaan kepada pelatih Hong Myung-bo “Apakah para pemain mengalami keracunan makanan massal?”

Situasi ini bahkan membuat masa depan Son Heung-min jadi sorotan hingga disebut berada diujung tanduk.

Ini karena pemain yang genap berusia 34 tahun bulan depan tersebut dikabarkan bakal segera gantung sepatu dari level internasional dengan cara menyakitkan ini.

Kegagalan memalukan ini bahkan membuat Presiden Korea Selatan, Lee Jae-nyung murka karena tak habis pikir Taeguk Warriors gagal dengan cara meyakitkan ini.

“Sebagai mantan manajer umum kehormatan sebuah klub sepak bola profesional dan seorang ‘Red Devil’ sejati, saya merasa lebih dari sekedar bingung dengan hasil yang tak terduga ini, saya benar-benar tercengang,” sebagaimana dikutip BolaSport.com dari media Korea Selatan Yonhap, Minggu (28/6/2026).

Secara blak-blakan, Presiden Korea Selatan tersebut menuding adanya praktik “orang dalam” atau nepotisme di tubuh federasi yang membuat kursi pelatih diduduki oleh orang yang dianggap tidak kompeten.

Ini karena sang Presiden pun merasa aneh dengan dicadangkannya pemain berkualitas seperti Son Heung-min.

Apalagi Son Heung-min bahkan mencetak sejarah sebagai pemain Asia pertama yang menjadi top skor Liga Inggris pada musim 2021/2022 setelah menyamai perolehan gol Mohamed Salah 23 gol dari 35 laga.

“Telah terbukti sekali lagi bahwa urusan kepegawaian adalah segalanya. Ketika loyalitas dan faksionalisme lebih dihargai daripada kompetensi, dan orang-orang yang tidak kompeten diangkat sebagai pemimpin, hasilnya hampir tidak dapat dihindari,” tegas Lee Jae-myung.

Tak main-main, Presiden Lee langsung menginstruksikan Kementeriam Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk melakukan analisis mendalam dan langkah perbaikan nyata.

Dengan tegas ia menyebut bahwa penunjukkan personal yang buruk seperti ini terjadi karena pihak yang memiliki wewenang untuk melakukan penunjukkan sulit diawasi dan dimintai pertanggungjawaban.

Akibatnya, mereka lebih mudah mencampuradukkan kepentingan pribadi dan kepentingan publik, sehingga kepentingan pribadi sering kali didahulukan daripada kepentingan umum.

Untuk itu, ia pun meminta maaf kepada rakyat karena uang pajak rakyat yang diinvestasikan untuk mendukung Timnas Korea di Piala Dunia 2026 ini.

“Saya sangat menyesal telah menimbulkan kekecewaan mendalam bagi masyarakat akibat insiden yang tidak masuk akal ini,” kata Presiden Lee.

“Kami akan segera mendorong reformasi dalam administrasi olahraga untuk memastikan bahwa peristiwa semacam ini tidak terulang lagi,” tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.