Persaingan Sengit di SMAN 1 Bandar Lampung, 1.735 Pendaftar Berebut 324 Kursi Kelas X
Noval Andriansyah June 29, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kompetisi ketat kembali mewarnai proses Penerimaan Murid Baru ( SPMB ) di SMAN 1 Bandar Lampung untuk tahun ajaran 2026/2027.

Baca juga: Ombudsman Lampung Kebanjiran Laporan SPMB, Mayoritas Pengadu dari Jenjang SMA

Sebagai satu di antara sekolah dambaan di Kota Tapis Berseri, jumlah peminat yang ingin mengenyam pendidikan di sekolah ini meledak hingga menyentuh angka 1.735 pendaftar. 

Padahal, kuota kursi yang disediakan pihak manajemen sekolah sangat terbatas dan tidak sebanding dengan angka kelulusan SMP yang membludak.

Kepala SMAN 1 Bandar Lampung, Suharto, membeberkan bahwa dari ribuan berkas yang masuk, sekolahnya hanya memiliki daya tampung definitif sebanyak 324 murid baru saja.

Seluruh siswa yang lolos nantinya akan didistribusikan secara merata ke dalam sembilan rombongan belajar (rombel), di mana masing-masing kelas akan diisi oleh maksimal 36 siswa sesuai standar pelayanan minimal pendidikan.

"Dari total 1.735 pendaftar, sekolah hanya menerima 324 murid baru yang akan mengisi sembilan rombel kelas X," tegas Suharto saat memberikan keterangan resmi, Minggu (28/6/2026).

Bedah Komposisi 4 Jalur Seleksi: Jalur Prestasi Paling Dominan

Untuk menjamin asas keadilan, Suharto menjelaskan bahwa sistem seleksi di SMAN 1 Bandar Lampung mengacu penuh pada petunjuk teknis (juknis) Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Lampung.

Pihak sekolah membagi porsi penerimaan ke dalam empat jalur berbeda dengan pembagian persentase sebagai berikut:

  • Jalur Prestasi (35 persen): Menjadi porsi terbesar dalam SPMB tahun ini. Indikator penilaiannya meliputi akumulasi nilai rapor semester 1 hingga 5, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta piagam prestasi sains, olahraga, seni budaya, kepemimpinan, hingga sertifikat hafiz Al-Qur'an.
  • Jalur Domisili/Zonasi (30 persen): Ditujukan bagi calon murid yang bertempat tinggal di wilayah koridor Tanjung Karang Timur, Enggal, Tanjung Karang Pusat, Kedamaian, dan Teluk Betung Utara. Seleksi dihitung berdasarkan jarak koordinat rumah, umur, dan rekam akademik.
  • Jalur Afirmasi (30 persen): Khusus dialokasikan bagi calon siswa dari keluarga prasejahtera dan penyandang disabilitas dengan syarat wajib menyertakan dokumen pengaman sosial seperti KIP, PKH, atau KKS.
  • Jalur Mutasi (5 persen): Disediakan bagi anak yang mengikuti perpindahan tugas kedinasan orang tua serta anak kandung guru/tenaga kependidikan setempat.

Suharto menegaskan bahwa seluruh proses verifikasi dilakukan secara transparan dan akuntabel.

"Indikator utama dalam proses seleksi tetap mengacu pada nilai rapor, hasil TKA, portofolio prestasi yang dimiliki calon siswa, serta ketentuan domisili sesuai aturan jalur yang dipilih," urainya.

Fasilitas Digital dan Ekstrakurikuler Kekinian Jadi Magnet Utama

Tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 1 Bandar Lampung bukan tanpa alasan. Sekolah ini dikenal memiliki kultur akademik yang kuat, di mana para siswanya dipacu aktif meriset dan menembus kejuaraan olimpiade sains tingkat nasional.

Selain itu, sekolah juga menggandeng lembaga bimbingan belajar eksternal demi memuluskan langkah siswanya menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit.

Daya tarik lainnya terletak pada digitalisasi fasilitas belajar. SMAN 1 Bandar Lampung tercatat telah mengoperasikan server mandiri berkecapatan tinggi guna menunjang kelancaran Learning Management System (LMS) dan E-Rapor secara real-time.

Tak hanya urusan otak, penajaman bakat non-akademik juga diakomodasi melalui fasilitas modern.

Selain pramuka dan olahraga konvensional, sekolah menyediakan wadah minat khusus bidang multimedia penunjang industri kreatif masa depan, mulai dari laboratorium fotografi, studio podcast, pembuatan film short-movie, desain grafis, radio sekolah, hingga divisi khusus olahraga elektronik (esport).

Guna mengimbangi iklim kompetisi yang tinggi di internal sekolah, Suharto memastikan pihaknya menerapkan pengawasan ketat dan mitigasi dini terhadap tindakan perundungan (anti-bullying).

Langkah ini ditempuh lewat penguatan karakter religius dan koordinasi aktif bersama komite orang tua.

"Yang berkembang baik di sekolah ini adalah siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, disiplin, mampu mengatur waktu, aktif mengembangkan potensi diri, serta siap berkompetisi secara sehat," pungkas Suharto memetakan profil lulusan yang dicari.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.