Kronologi 2 Penambang Hilang Saat Longsor di PETI Mopait Bolmong, Saksi Sebut Sedang di Camp
Alpen Martinus June 28, 2026 10:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Longsor yang terjadi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) Monsi, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, mengakibatkan dua penambang hilang, Kamis 25 Juni 2026.

Jarak antara Desa Mopait ke Kecamatan Lolak Ibukota Bolmong 31,8 kilometer.

Meski demikian, salah satu korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. 

Korban yang ditemukan tersebut bernama Alif Tamimu (18) warga Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.

Baca juga: Identitas Satu Korban Longsor di PETI Mopait Bolmong yang Sudah Ditemukan, Tertahan Pohon di Jurang

Sedangkan satu orang korban yang masih hilang bernama Rivaldo Kandouw (18) alias Baim warga desa Wineru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolmong. 

Peristiwa ini bermula ketika kedua korban sedang beristirahat di camp atau daseng setelah beraktivitas di lubang PETI di perkebunan Monsi Bolmong.

Lubang tambang para korban memang tak jauh dari lokasi longsor terjadi. 

Oro Manopo salah seorang saksi mengatakan pada malam kejadian, ia sempat mendengar suara patahan pohon.

Kemudian dia keluar dan melihat tanah bergerak dari bagian atas camp. 

Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi mengatakan saksi sempat berteriak kepada para korban untuk keluar dari camp tersebut. 

"Sayangya camp tersebut diterjang longsor dan hilang," katanya, Minggu 28 Juni 2026 malam tadi. 

Selain kedua korban, lima buah sepeda motor yang dipakai untuk ke lokasi tambang juga hilang. 

"Kemarin yang ditemukan itu ada dua sepeda motor," ucapnya. 

Para saksi agak terlambat memberikam informasi kepada Polsek Lolayan dikarenakan jaringan telp yang sulit. (NIE)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.