Sengketa Lahan Berdarah di Air Sugihan OKI, Seorang Warga Ditembak Tiga Kali dari Belakang
tarso romli June 28, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Konflik sengketa lahan garapan berujung pada aksi penembakan berdarah di kawasan Tanaman Kehidupan (TNK) Jalur 24, Desa Sungai Batang, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Seorang warga berinisial E (46), asal Desa Mukti Jaya, Kecamatan Air Sugihan, terkapar setelah punggungnya dihujani tembakan pada Sabtu (27/6/2026) sore.

Akibat aksi penembakan tersebut, korban menderita tiga luka tembak di bagian punggung.

Korban awalnya sempat dilarikan ke Puskesmas Jalur 27 untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Namun, karena luka yang dialami cukup parah, E akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang guna menjalani perawatan intensif.

Baca juga: Kondisi Terkini 2 Korban Penembakan di Musi Rawas, Korban Dirujuk ke Lubuklinggau 

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian, petaka ini bermula saat korban E membuat janji temu dengan seorang pria berinisial J di kawasan TNK Jalur 24. 

Niat awal pertemuan tersebut adalah untuk membicarakan penyelesaian persoalan lahan tanaman kehidupan. 

Namun, pembicaraan justru memanas hingga terjadi adu mulut yang diduga memicu J nekat mengeluarkan senjata api.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, suasana mendadak mencekam saat terdengar sekitar empat kali letusan senjata api.

Korban E yang panik sempat berusaha berlari untuk menyelamatkan diri.

Sayangnya, tiga dari empat tembakan yang dilepaskan pelaku mendarat telak dan menembus bagian punggung korban.

Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.

Merespons peristiwa ini, jajaran Kepolisian Resor (Polres) OKI bergerak cepat memburu pelaku yang identitasnya kini telah dikantongi.

Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan alat bukti.

"Penanganan perkara ini menjadi prioritas kami. Seluruh fakta akan didalami melalui proses penyidikan yang profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum," tegas AKBP Eko saat diwawancarai, Minggu (28/6/2026) sore.

Baca juga: Sengketa Lahan Memanas, Ratusan Warga Sumber Jaya Tengah Malam Menginap di Kantor Bupati Muba

Kapolres juga memberikan ultimatum keras kepada terduga pelaku J agar bersikap kooperatif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

"Kami mengimbau terduga pelaku agar segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat, sehingga proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya," tambah Eko.

Saat ini, polisi masih terus mendalami keterangan dari para saksi mata untuk merangkai kronologi peristiwa secara utuh.

Kapolres mengimbau agar masyarakat sekitar tetap tenang, tidak termakan isu liar, dan memercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.