32 Besar Piala Dunia 2026: Neymar Tahu Cara Mengalahkan Jepang, Samurai Biru Malah Gacor tanpa Kubo
Refly Permana June 28, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Laga tim nasional Brasil melawan Jepang akan membuka babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Dua negara dari benua berbeda ini akan bertemu di Stadion Houston pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.

Brasil datang sebagai salah satu negara unggulan juara Piala Dunia 2026, sementara Jepang merupakan salah satu kuda hitam yang diprediksi akan membuat kejutan.

Mengutip Transfermarkt.com, Minggu (28/6/2026), masing-masing negara kemungkinan tidak dapat diperkuat oleh seorang pemain bintang.

Di kubu Jepang, Takefusa Kubo masih menderita cedera lutut yang memaksanya absen pada dua laga fase grup.

Sementara itu, di Tim Samba, Raphinha mengalami cedera hamstring yang belum diketahui kapan dapat pulih seratus persen.

Situasi ini sebenarnya cukup merugikan Brasil karena Raphinha sebelumnya menjadi pilihan utama pelatih Carlo Ancelotti.

Hal ini terlihat ketika juara dunia lima kali itu selalu memainkan bintang Barcelona sebagai pemain inti pada dua laga pertama babak fase grup.

Namun, mantan pemain Leeds itu menderita cedera pada laga kedua sehingga pada laga terakhir fase grup sama sekali tidak dimainkan.

Bagi Jepang, kehilangan Kubo mungkin terasa lebih besar dibandingkan Brasil kehilangan Raphinha.

Akan tetapi, pada kenyataannya, penampilan anak asuh Hajime Moriyasu justru ciamik.

Mereka berhasil meraih satu poin melawan Swedia dan menang atas Tunisia sehingga mengantarkan Samurai Biru menjadi runner-up grup.

Pelatih Merindukan Kubo

Meski Jepang dapat tampil baik tanpa Kubo, Hajime Moriyasu tetap berharap bintang Real Sociedad itu bugar saat melawan Brasil.

Hal ini tersirat dari wawancara Hajime pascalaga terakhir melawan Swedia.

Mengutip situs resmi tim nasional Jepang, kebugaran para pemain menjadi salah satu prioritas pria 57 tahun ini.

Oleh sebab itu, setelah fase grup berakhir, tidak adanya pertandingan akan menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan kebugaran pemain.

"Kami sekarang akan fokus untuk memastikan para pemain berada dalam kondisi terbaik sehingga mereka dapat mencapai potensi penuh. Menang di turnamen ini bukan hanya tentang lawan, tetapi beradaptasi dengan hal-hal seperti perjalanan dan lingkungan juga merupakan faktor utama. Itu sebabnya kami mulai mempersiapkan tantangan ini jauh sebelumnya," kata Hajime.

Brasil Terlalu Perkasa untuk Jepang

Pertemuan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menjadi pertemuan ke-15 antara Brasil dengan Jepang.

Dari 14 pertemuan sebelumnya, Brasil sangat dominan dengan 11 kemenangan dan hanya kalah satu kali.

Dari 14 pertemuan itu, Neymar menjadi pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol.

Pada tingkat Piala Dunia, kedua tim pernah bertemu pada tahun 2006, ketika Jepang kalah telak 1-4 pada babak fase grup.

Selain Piala Dunia, keduanya juga pernah berhadapan tiga kali di Piala Konfederasi, yakni tahun 2001, 2005, dan 2013.

Catatan Jepang cukup baik, yakni dua kali bermain imbang dan satu kali kalah.

Jepang Patahkan Prediksi Analis

Perjalanan Brasil di fase grup memang dinilai tidak terlalu berat, seperti yang sudah diprediksi para analis podcast Selebrasi Lokal 2026 di Palembang.

Pada podcast yang ditayangkan di YouTube SripokuTV itu, para analis merasa hanya Maroko yang akan menjadi batu sandungan bagi Neymar dan kawan-kawan.

Sementara itu, Jepang berhasil mematahkan prediksi para analis pada podcast yang sama.

Raksasa Asia justru berhasil finis di atas Swedia, yang menurut pengamat bola akan menjadi runner-up di bawah tim nasional Belanda.

Simak analisa selengkapnya di sini:

Dan di Sini:

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.