TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Tragedi pecah ban berujung maut terjadi di jalan poros Desa Sukadamai, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Sabtu (27/6/2026) siang.
Sebuah mobil Toyota Fortuner mendadak hilang kendali, oleng ke kanan, lalu menyapu pengendara sepeda motor dari arah berlawanan hingga tewas dengan luka mengenaskan.
Korban nahas diketahui berinisial WA (46) yang merupakan warga asal Desa Pampangan, Kecamatan Pampangan.
Dikatakan Kasat Lantas Polres OKI, AKP Oke Panji Wijaya, kejadian berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB itu, saat WA tengah mengendarai sepeda motor Honda Blade.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian kecelakaan ini bermula saat Toyota Fortuner melaju dari arah Selapan menuju Pampangan,"
"Di tengah perjalanan, mobil bertubuh bongsor tersebut tiba-tiba mengalami pecah ban," kata AKP Oke Panji ketika dikonfirmasi pada Minggu (28/6/2026) sore.
Dugaan sementara, akibat ban mobil yang pecah membuat sang sopir panik hingga tak mampu menguasai kendaraannya.
"Dugaan sementara, kendaraan alami pecah ban sehingga pengemudi kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Namun, seluruh penyebab kecelakaan masih kami dalami melalui proses penyelidikan," ungkapnya.
Menurutnya, akibat benturan keras, korban alami luka berat di sekujur tubuh. Di antaranya luka robek menganga pada paha kiri, luka lecet di punggung dan siku kiri, serta mengeluarkan darah dari telinga.
"Tak hanya merenggut nyawa WA, kecelakaan ini membuat seorang penumpang Fortuner inisial P (49) mengalami memar di kepala bagian kiri, robek pada pelipis, dan sesak napas di dada hingga harus dilarikan ke rumah sakit," ujarnya.
Masih kata Oke, untuk pengemudi Fortuner berinisial O (26) dilaporkan selamat tanpa adanya luka berarti.
"Akibat benturan fatal tersebut kedua kendaraan alami kerusakan parah. Kami menaksir kerugian capai angka Rp60 juta," terangnya.
Menanggapi tragedi berdarah ini, Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
Ia mewanti-wanti seluruh pengguna jalan agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar tak meremehkan kelayakan kendaraan.
"Keselamatan berlalu lintas diawali dari kesiapan pengemudi dan kondisi kendaraan. Kami mengimbau warga untuk memastikan kendaraan benar-benar laik jalan sebelum dipakai," tegas AKBP Eko Rubiyanto.
Kapolres menekankan, pengecekan komponen vital seperti kondisi ban dan rem sangat krusial, terutama saat melintasi jalur antarkecamatan dengan kecepatan relatif tinggi.
"Saat ini, penanganan perkara telah ditangani penuh Unit Gakkum Satlantas Polres OKI. Kami telah mengamankan kedua kendaraan yang hancur tersebut sebagai barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut," tutupnya.
(*)