TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Julukan "Kota Tape" tampaknya kini mendapatkan napas baru lewat kreativitas para barista lokal.
Dengan mengawinkan tape singkong tradisional khas daerah dan biji kopi pilihan, racikan es kopi tape sekarang tengah menjadi primadona baru di kalangan pencinta kopi Bondowoso.
Minuman inovatif tersebut bernama "E-Kotang", yang merupakan akronim dari Es Kopi Tapay Ngambeng (tape ngambang).
Ahmad Sofyan, Ketua Komunitas Barista Class Bondowoso, mengatakan E-Kotang merupakan menu seduhan kopi Americano (baik disajikan hot maupun ice) dengan kuliner lokal legendaris Bondowoso, yaitu tapay ngambeng.
Baca juga: Aksi Balap Liar di Dekat Pendopo Bondowoso Resahkan Warga, Kerap Kucing-kucingan dengan Polisi
Nama nyentrik tersebut sengaja dipilih sebagai kelakar untuk mem-brading produk lokal agar makin menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Bondowoso.
"Ini bisa disajikan panas maupun dingin," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).
Alasan mengawinkan kopi dan tape ini adalah untuk memadukan kopi Bondowoso yang memiliki slogan BRK (Bondowoso Republik Kopi) dengan tape Bondowoso yang terkenal makin matang makin manis dan harum.
Menurut Sofyan, tape Bondowoso memiliki kelebihan khusus dibanding tape daerah lainnya. Hal ini membuat perpaduan keduanya menjadi sangat tepat melalui teknik racikan tertentu ala Barista Class, meskipun prosesnya terbilang sederhana.
"Jenis kopi yang dipakai adalah kopi Bondowoso, blended, medium roasted, grade 1," jelasnya.
Ia memastikan percampuran kopi dengan tape ini sangat aman karena proses penyeduhannya memilah bahan terbaik dan diproses dengan standar barista. Bahkan, khasiatnya diklaim luar biasa karena memadukan khasiat kopi specialty Bondowoso dengan sifat probiotik alami dari tape.
Perpaduan ini menjadikannya aman di perut, kaya nutrisi, melancarkan pencernaan, serta tidak serat di tenggorokan. "Ini juga bikin happy," katanya sambil tertawa.
Meski baru diluncurkan pertama kali saat Festival Muharram pada 8 Juni 2026 lalu, Sofyan menyebut respons masyarakat sangat positif. Mulai dari kalangan pejabat pemerintah daerah, camat, beberapa kepala desa, hingga anak muda Gen Z sangat menikmati sajian tersebut.
Tidak berhenti di momen festival saja, menu E-Kotang kini resmi menjadi menu baru dari komunitas Barista Class Bondowoso yang dijual bebas dengan harga Rp15 ribu per cup.
Penikmat kopi bisa mendapatkannya di Topengkona Coffee Roastery Kalitapen, Kedai Raff.co Tamansari, dan Kedai GG Klabang. Selain itu, saat ini juga sedang disiapkan layanan delivery order melalui jasa kurir lokal di Bondowoso.
Fida, salah seorang pencinta kopi asal Kecamatan Wonosari, mengaku ketagihan dengan varian ini. Menurutnya, rasanya terasa bright dengan mouthfeel yang menyenangkan.
Sebenarnya di kawasan pedesaan, masyaeakat kerap menikmati kopi hitam dengan tape. Hanya saja, degan sentuhan barista lokal. Seduhan jadi lebih cantik dan rasanya juga nikmat.
"Untuk varian baru kopi ini cukup unik, dan bisa mem-branding dua produk unggulan Bondowoso sekaligus," pungkasnya.
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)