Anak Tukang Bangunan Raih Predikat Wisudawan Terbaik Untidar Magelang dengan IPK 3,98
Yoseph Hary W June 28, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) kembali meluluskan ratusan mahasiswa dalam Wisuda Sarjana, Sarjana Terapan, dan Ahli Madya ke-74 yang digelar di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Sabtu (27/6/2026). 

Dari total 300 wisudawan, sorotan tertuju pada sosok Muhammad Irvan Ardianto, lulusan Program Studi Pendidikan Matematika yang meraih predikat wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.

Irvan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan 17 hari sekaligus menjadi contoh bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang meraih prestasi akademik tertinggi.

Untidar luluskan 296 mahasiswa 

Pada periode wisuda ini, Untidar meluluskan 296 lulusan program sarjana dan 4 lulusan diploma dari lima fakultas dan 19 program studi.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti pada capaian akademik semata.

“Angka IPK dan masa studi hanyalah trailer. Film sesungguhnya adalah bagaimana kalian menggunakan ilmu ini untuk memberikan dampak nyata di masyarakat,” ujar Sugiyarto.

Ia menegaskan wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal tanggung jawab baru untuk menerapkan ilmu demi kemajuan masyarakat.

Penelitiannya berjudul “How Does Computational Thinking Affect Mathematical Complex Problem-solving?” yang mengkaji pengaruh Computational Thinking terhadap kemampuan menyelesaikan persoalan kompleks pada siswa SMK.

Penelitian tersebut lahir dari pengalaman pribadi Irvan sebagai lulusan SMK Negeri 1 Magelang yang melihat tantangan lulusan vokasi dalam menghadapi persoalan kompleks di dunia kerja.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa Computational Thinking berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menyelesaikan masalah kompleks. Karena itu pendekatan ini penting diterapkan dalam pendidikan vokasi,” jelas Irvan.

Di balik prestasinya, Irvan menyimpan perjalanan hidup yang tidak mudah. Ia berasal dari keluarga sederhana, dengan ayah bekerja sebagai tukang bangunan dan ibu sebagai buruh memasak.

Sambutan wisudawan terbaik

Dalam sambutan sebagai wisudawan terbaik, Irvan mengenang masa kecil ketika harus berangkat sekolah dengan sepatu berlubang dan seragam lusuh.

“Saya belajar bahwa kemiskinan memang berat, tetapi kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan jauh lebih berat,” katanya.

Irvan juga mengenang pesan ibunya yang terus menjadi penyemangat selama menempuh pendidikan.

“Sekolah sing dhuwur yo, Lé. Dadio wong sukses. Bapak ibu raiso nyangoni kowé bondho, gur isoné nyangoni ilmu.”

Pada akhir prosesi wisuda, Untidar menayangkan video ucapan selamat dari guru SMP Irvan yang pernah membimbingnya hingga berkembang di bidang matematika dan membawanya mengikuti Olimpiade Matematika tingkat nasional saat masih duduk di bangku SMP.

Kini, Irvan mantap melanjutkan pendidikan dan bercita-cita menjadi pengajar, meneruskan inspirasi yang pernah ia terima dari para gurunya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.