TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyambut dimulainya pre-launching Jembatan Kaca Bromo Seruni Point di kawasan Cemoro Lawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kehadiran destinasi wisata baru ini diharapkan mampu memperkuat daya saing pariwisata Kabupaten Probolinggo sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan penyangga Gunung Bromo itu.
Jembatan sepanjang 130 meter di atas jurang sedalam 83 meter itu resmi dibuka untuk masyarakat umum dengan tarif Rp55 ribu bagi wisatawan domestik dan Rp110 ribu bagi wisatawan mancanegara.
Sebelum dibuka untuk umum, kesiapan operasional telah ditinjau jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pemkab Probolinggo serta Forkopimka Sukapura.
Baca juga: Jembatan Kaca Gunung Bromo Ditargetkan Dibuka Saat Libur Sekolah
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PU Agung Wahyudi menjelaskan, jika jembatan tersebut dirancang dengan umur layanan hingga 50 tahun, lebih panjang dibandingkan jembatan gantung pada umumnya yang rata-rata memiliki umur rencana 20 tahun.
"Lantai jembatan menggunakan laminated glass berbahan tempered glass dengan lapisan SentryGlass Plus setebal 25,52 milimeter. Material tersebut telah melalui serangkaian pengujian laboratorium," kata Agung, Minggu (28/6/20276).
"Termasuk juga sudah dilakukan uji beban statis maupun simulasi operasional, sehingga dinyatakan aman digunakan sesuai standar teknis yang berlaku," imbuhnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi bersyukur karena salah satu atraksi wisata yang telah lama dinantikan masyarakat dan pelaku wisata akhirnya resmi dapat dinikmati oleh wisatawan.
"Alhamdulillah, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Jembatan Kaca akhirnya sudah bisa beroperasi. Kami sangat menaruh harapan besar agar keberadaan Jembatan Kaca ini mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan," ujar Heri.
Lebih lanjut, Heri menyebut, Jembatan Kaca Bromo Seruni Point menjadi atraksi baru yang melengkapi berbagai destinasi wisata di kawasan Bromo.
Dengan bertambahnya daya tarik tersebut, wisatawan diharapkan memperoleh pengalaman yang berkesan selama berkunjung ke Kabupaten Probolinggo.
"Kami berkomitmen memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada seluruh wisatawan. Harapan kami, setiap pengunjung yang pulang membawa cerita indah, pengalaman menyenangkan serta kenangan baik tentang Kabupaten Probolinggo," tutur Heri.
Sementara General Manager The Lawu Group, Achmad Ridho menegaskan, pihaknya sebagai pengelola berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan keamanan destinasi melalui pemeliharaan secara berkala.
"Kami berkomitmen mengelola Jembatan Kaca Bromo Seruni Point secara profesional tentunya dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengunjung," ungkap Ridho.
Bersama tenaga ahli, menurut Ridho, pihaknya akan melaksanakan inspeksi serta pemeliharaan rutin agar seluruh fasilitas tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan.
"Kami berharap kehadiran destinasi ini dapat memberikan pengalaman wisata yang berkesan sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Bromo," pungkasnya.
(Ahsan Faradisi/TribunJatimTimur.com)