Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Proses pemulangan atau debarkasi jamaah haji asal Aceh kini telah memasuki tahap akhir. Hingga Sabtu (27/6/2026), sebanyak 12 kloter yang mengangkut sekitar 4.600-an jamaah telah tiba di Tanah Air.
Seluruh jamaah tersebut juga sudah kembali dan berkumpul bersama keluarga masing-masing.
Sementara itu, di Tanah Suci, tepatnya di Kota Madinah, kini hanya tersisa dua kloter jamaah asal Aceh, yakni Kloter 13 dan Kloter 14 yang menjadi kloter terakhir.
Ketua PPIH Debarkasi Aceh, H Azhari, yang juga Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Aceh, didampingi Kasubbag Humas PPIH Aceh, H Darwin, menyampaikan bahwa sebagian besar jamaah haji Aceh telah kembali ke Tanah Air. Saat ini hanya tersisa dua kloter yang masih menunggu jadwal pemulangan dari Madinah.
Menurutnya, hingga hari ini proses pemulangan jamaah haji berjalan lancar dan tertib. Setiap jamaah yang tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda langsung dibawa ke Asrama Haji Kelas 1 Aceh untuk pengambilan bagasi dan pelepasan.
Setelah itu, mereka diserahkan kepada panitia haji kabupaten/kota masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal.
Untuk dua kloter yang masih berada di Tanah Suci, saat ini seluruh jamaah tengah bersiap kembali ke Indonesia.
Kloter 13 dijadwalkan diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, menuju Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, dan tib pada Senin (29/6/2026), pukul 00.00 WIB atau tengah malam.
Sementara itu, Kloter 14 sebagai kloter terakhir dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda pada Selasa (30/6/2026), sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Para jamaah diperkirakan tiba di Asrama Haji Aceh setelah pelaksanaan shalat Subuh.
Kasubbag Humas PPIH Aceh, H Darwin, mengatakan kedatangan Kloter 14 akan menjadi momen yang istimewa.
Sebab, jamaah akan disambut langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Asrama Haji Embarkasi Aceh.
Kehadiran Wakil Menteri tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian proses pemulangan jamaah haji Aceh tahun ini.
"Pak Wamen Kemenhaj akan hadir menyambut jamaaah kloter terakhir, " ujarnya.
Pada, Sabtu (27/6/2026), Kloter 12 telah mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda. Pada malam harinya, seluruh jamaah langsung dipulangkan ke kabupaten/kota masing-masing.
Kloter ini terdiri atas jamaah haji yang berasal dari Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Kabupaten Simeulue, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Aceh Selatan.
Selama proses debarkasi, pemulangan jamaah berlangsung dengan lancar. Para jamaah turun melalui garbarata Terminal VIP Bandara Sultan Iskandar Muda sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Aceh.
Memang terdapat beberapa jamaah yang tiba dalam kondisi lemah sehingga harus menggunakan kursi roda. Bahkan, sebagian di antaranya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Namun secara umum, mayoritas jamaah tiba dalam kondisi sehat, ceria, dan penuh sukacita. Mereka disambut hangat oleh keluarga di Asrama Haji, sementara sebagian lainnya telah ditunggu di daerah asal masing-masing.
Kurma dan boneka unta menjadi oleh-oleh yang paling banyak dibawa para jamaah sebagai buah tangan khas dari Tanah Suci.
Darwin menjelaskan, beberapa jamaah memang mengalami gangguan kesehatan ringan, seperti flu dan batuk, terutama jamaah lanjut usia.
Hingga hari ini, tercatat sebanyak 18 jamaah haji Aceh meninggal dunia di Tanah Suci. Sementara itu, lima jamaah lainnya masih menjalani perawatan.
Baca juga: Ramai Jamaah Haji Aceh Wakaf Al-Qur’an untuk Masjid Nabawi
Menurut Darwin, kondisi kesehatan jamaah yang masih dirawat terus dipantau. Apabila dinyatakan layak terbang, mereka akan dipulangkan bersama Kloter 13 atau Kloter 14.
Namun, apabila hingga keberangkatan kloter terakhir kondisi mereka belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara, maka para jamaah akan dipulangkan secara reguler oleh petugas haji Indonesia dan diantar hingga ke daerah asal setelah kondisi kesehatannya membaik.
Sementara itu, Kepala Asrama Haji Kelas 1 Aceh, Irsyadi, menyampaikan bahwa seluruh pelayanan di asrama haji sejauh ini berjalan lancar.
Berbagai fasilitas telah disiapkan, mulai dari pendampingan bagi jamaah lansia, pengamanan kawasan asrama, penyediaan tempat ibadah, hingga berbagai fasilitas pendukung penyambutan jamaah.
Ia juga menjelaskan, sebagian jamaah dari daerah tertentu memilih menginap satu malam di Asrama Haji Aceh. Hal itu dilakukan karena jarak perjalanan yang cukup jauh atau harus menunggu jadwal kapal keesokan harinya, seperti jamaah asal Sabang, Simeulue, maupun Aceh Tenggara.(*)