25 Kelompok Kesenian Ramaikan Festival Topeng Ireng Kabupaten Magelang 2026
Yoseph Hary W June 29, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Denting musik pengiring, hentakan kaki para penari, serta kostum warna-warni khas Topeng Ireng memenuhi kawasan Taman Wisata Pemandian Air Kalibening, Kabupaten Magelang, Sabtu (27/6/2026). 

Sebanyak 25 kelompok kesenian tampil dalam Festival Kesenian Tradisional Kerakyatan Topeng Ireng 2026, sebuah ruang bersama untuk merawat warisan budaya yang tumbuh dari masyarakat lereng Magelang.

Dibuka Bupati Magelang

Festival yang dibuka langsung oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga penegasan bahwa seni tradisi masih memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Topeng Ireng sendiri merupakan kesenian rakyat yang berkembang di wilayah Magelang dan dikenal dengan perpaduan gerak dinamis, irama perkusi, kostum berwarna mencolok, serta nuansa kebersamaan dalam setiap pertunjukannya. Kesenian ini kerap disebut sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Magelang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiono, mengatakan penyelenggaraan festival merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan seni tradisional sekaligus memberi ruang ekspresi kepada pelaku seni.

“Melalui keterlibatan aktif masyarakat, kita mewujudkan semangat Grumegah Wargane. Festival Topeng Ireng tahun ini mengusung semangat Nguri-uri Budaya, Ngluhurake Seni Tradisi Kerakyatan Topeng Ireng,” kata Wisnu.

Ia menjelaskan, festival tahun ini diikuti 25 grup kesenian, terdiri atas 21 perwakilan kecamatan, tiga peserta mandiri, dan satu kelompok penampil dari Borobudur sebagai bentuk penghormatan terhadap akar perkembangan Topeng Ireng di kawasan tersebut.

Menurut Wisnu, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aspek hiburan semata.

“Festival ini bertujuan melestarikan seni tradisional kerakyatan Topeng Ireng, meningkatkan kreativitas sumber daya manusia kelompok seni, mengembangkan cerita yang melatarbelakangi pertunjukan, sekaligus memperkuat nilai pendidikan, budi pekerti, dan kekompakan,” ujarnya.

Unsur penilaian

Sepanjang hari, peserta menampilkan berbagai interpretasi Topeng Ireng dengan kekuatan visual pada kostum, koreografi kelompok, serta kekompakan gerak. Penilaian dilakukan berdasarkan unsur artistik, kreativitas, kostum, detail gerakan, penguasaan panggung, dan ketepatan waktu penampilan.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai perkembangan seni tradisi di tengah masyarakat saat ini menunjukkan arah yang positif dan perlu terus difasilitasi.

“Sekarang kesenian tradisi itu berkembang. Salah satu yang populer di masyarakat kita adalah Topeng Ireng. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi kreativitas mereka agar bisa tampil bersama,” ujar Grengseng.

Pemilihan Taman Wisata Pemandian Air Kalibening sebagai lokasi festival juga bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah ingin menghidupkan kembali kawasan yang pernah menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Magelang.

“Kita ingin memperbaiki persepsi publik bahwa Kalibening bisa menjadi ruang kegiatan seni dan budaya. Harapannya tempat ini bisa bangkit kembali,” kata Grengseng.

Ia juga melihat Topeng Ireng memiliki peluang besar menjadi identitas budaya yang semakin melekat dengan Kabupaten Magelang.

“Kita tidak perlu meniru daerah lain. Kreativitas masyarakat dengan kesenian dan budayanya akan tumbuh dengan sendirinya. Tugas pemerintah adalah memfasilitasi,” tuturnya.

Selain festival budaya, kegiatan tersebut turut dirangkai dengan peluncuran Borobudur Techno Festival 2026, yang diarahkan menjadi ruang pengembangan kreativitas digital bagi pelajar SD dan SMP di Kabupaten Magelang.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Festival Topeng Ireng 2026 menjadi pengingat bahwa budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk terus dipentaskan, dirawat, dan diwariskan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.